Pernikahan sesama jenis, Saiful Mengaku kelaminnya baru muncul semalam

Pernikahan sesama jenis, Saiful Mengaku kelaminnya baru muncul semalam, bjirr eamng tuh tanaman baru tumbuh :vooss

Pernikahan sesama jenis, Saiful Mengaku kelaminnya baru muncul semalam

SANTUY DUNG- Kisah cinta Fadholi dan Ayu Puji Astutik alias Saiful Bahri sudah cukup membuat publik geger.  Pada awalnya berkenalan di Facebook, keduanya memutuskan untuk menikah, meskipun Fadholi tahu bahwa pasangannya adalah laki-laki.
Rupanya Fadholi kepincut dengan kecantikan pasangannya saat pertama kali melihatnya di Facebook.  Ayu disebut cantik, juga feminin.
Teman-teman mengatakan, sosok Fadholi adalah pria yang tidak bersalah, yang belum pernah punya pacar.  Wajar jika Fadholi mencintai Ayu meskipun Ayu adalah waria.
Ayu alias Saiful, mengakui, melihat  fadholi pertama pertama kali  di area kampus JAIN IAIN.  Pertemuan pertama ada di Mangli. IAIN Kampus Jember, kata Saiful.
Mereka tidak berani berkencan secara terbuka.  Masih bersembunyi dan merahasiakan hubungan mereka.  Saiful tidak pernah membawa Fadholi ke rumah orang tuanya di Pancakarya, Ajung.
Setiap kali mereka bertemu, mereka memilih untuk bertemu di Mangli Square.
Sering bertemu, keduanya merasa cocok.  Bahkan setelah Ayu mengaku sebagai waria, Fadholi segera membawa pacarnya ke rumah orang tuanya di Glagahwero.
Dua orang tua Fadholi juga menyambut Ayu dengan hangat.  Karena, selain Ayu sopan, mereka benar-benar tidak tahu bahwa dia adalah Saiful.
Dan karena mereka mengaku telah menikahi Siri, keduanya diizinkan untuk tinggal di rumah yang sama.  Kami merasa menyesal karena Ayu mengaku tidak memiliki orang tua. Apalagi dia hanya tinggal di teras toko di Pasar Tanjung, kata Supan, kakek Fadholi.

Bahkan, keluarga besar Ayu alias Saiful masih di Pancakarya.  Buama, sang ibu, mengakui, sejak 1,5 tahun yang lalu putranya melarikan diri dari rumah.  Hanya sesekali berkomunikasi melalui telepon.
Dia mengaku bekerja di toko boneka di Kabupaten Balung, katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Sikap Ayu alias Saiful sopan dan disukai oleh tetangga
Setiap kali tetangga mengadakan perayaan atau acara desa, Ayu Puji Astutik alias Saiful selalu diminta untuk bantuan memasak.  Sebab, masakan yang iya masak sangat lah enak dan di sukai warga.
Sekali seminggu Ayu juga rajin berpartisipasi dalam studi di desa suaminya, Fadholi, di Distrik Panti.  Sholat berjamaah di masjid juga sering.  Tentu saja di bagian wanita.
Setiap tetangga mengalami kesulitan, dia juga senantiasa membantu, kata Bu Er Jawa Pos Radar Jember.
Karena itu, para tetangga sepertinya tidak percaya ketika pada Senin (23/10) ia diamankan oleh petugas Panti Polisi bersama suaminya, Fadholi.
Apalagi yang menjadi penyebabnya adalah sesuatu yang sama sekali tidak terduga: ternyata Ayu Puji Astutik adalah Saiful Bahri.
Ya, "wanita" yang menikahi Fadholi pada 19 Juli 2017 di KUA (Kantor Urusan Agama) Ajung, Jember, adalah orang yang berjilbab setiap hari, yang secara rutin membeli pembalut wanita dengan alasan menstruasi, sebenarnya pria.
Juga di Ajung, tepatnya di Dusun Krasak, RT 2, RW 1, Desa Pancakarya, Ayu, eh Saiful, berasal.
Kepala KUA Ajung Muhammad Erfan masih ingat dengan baik, Ayu, yang ternyata Saiful, benar-benar cantik ketika prosesi persetujuan Kabul diadakan di kantornya.  Karena itu, dia tidak curiga sama sekali.
KUA, orang tua, dan tetangga mungkin tidak dipikirkan.  Namun, bagaimana dengan Fadholi, yang telah menikah selama tiga bulan?
Ketika kita semakin dekat, dia hanya mengakui bahwa kita adalah waria. Karena saya merasa nyaman dengannya, saya tidak keberatan, kata Fadholi ketika ditemui di Kantor Polisi Panti kemarin (25/10).
Dia mengaku bekerja di toko boneka di Kabupaten Balung, katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.  Buama menolak jika anaknya disebut waria.
Lemari pakaian bisa dicari. Tidak ada pakaian wanita, katanya.
Memang, sebelum dia pergi, dia ditegur oleh orang tuanya karena tertangkap basah di telepon.
Saat menelepon, dia terdengar seperti wanita. Langsung dimarahi oleh ayahnya, kata Buama.
Namun, di luar kejadian, lanjut Buama, Saiful tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia waria.
Nama Ayu Puji Astutik, menurut Ahmad Holis Setiawan, saudara iparnya, dipinjam dari seorang saudara lelaki yang sekarang bekerja di Banyuwangi.
Kartu keluarga Ayu juga dibawa oleh Saiful ke KUA untuk melengkapi persyaratan pernikahan.  Karena dia mengaku tidak memiliki keluarga, dia diwakili oleh wali nikah yang kemudian mengakui dia adalah orang yang dibayar.
Kantor KUA Ajung sebenarnya tidak jauh dari rumah keluarga Saiful.  Tapi, Buama dan seluruh keluarga mengaku tidak tahu tentang pernikahan itu
Yang pasti, pernikahan itu kemudian dirayakan secara meriah di rumah keluarga Fadholi.
Iwan Nasir, sepupu Fadholi, mengenang bahwa resepsi telah mengundang merpati tota'an (melepaskan sejumlah besar merpati).
Tidak hanya itu.  Tamu itu penuh sesak.  Sebab, orang tua Fadholi menyebarkan undangan rokok yang ia sebut penonjolan.
Itu pertanda bahwa keluarga calon pengantin serius mengundang tamu untuk datang ke pesta pernikahan, katanya.
Sebelum pesta yang digelar September lalu, sebenarnya kecurigaan identitas Ayu sudah mulai muncul.
Dalam sebuah surat dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, KUA Ajung meminta mereka untuk memberikan klarifikasi atas laporan sebuah LSM (organisasi non-pemerintah) yang menuduh mereka memiliki jenis kelamin yang sama.
Namun, Fadholi dan Ayu tidak memenuhi undangan dari KUA.  Kebahagiaan mereka seperti tidak terganggu.  Untuk kebutuhan biologis, Ayu alias Saiful mengakui mereka melakukannya secara lisan atau - maaf - lewat belakang.
Sampai saat itu, polisi dan pejabat desa mengunjungi mereka berdua Senin lalu.  Meskipun Ayu tetap bersikeras bahwa dia adalah seorang wanita.  Bahkan sampai menantang sumpah pocong.
Akhirnya Ayu diminta membuktikan jenis kelaminnya di kamar mandi, di hadapan saksi perempuan.  Dari sana terungkap bahwa Ayu adalah Saiful.  Alias ​​pria sejati.
Namun, Ayu kembali mencoba menghindar.  Dia mengklaim bahwa alat kelaminnya hanya muncul malam sebelumnya.
Namun, klaim ini dibantah oleh Sinto, saksi.  (Alat kelamin) adalah tentang ukuran orang dewasa, kata Sinto.
Sekarang kisah cinta yang dimulai bahagia harus berakhir dengan pahit.  Keduanya disebut sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen negara.
Pelanggaran Pasal 263 KUHP mengakibatkan Saiful dan Fadholi diancam hukuman maksimal enam tahun penjara.
Meskipun kedok itu terungkap, jejak kebaikan Saiful alias Ayu di Glagahwero tidak akan terhapus.  Di balik kerudungnya, rambutnya mungkin menampar seperti "suaminya".
Tapi, para tetangga masih mengingatnya sebagai penolong dan pandai memasak. Bukannya menghina yah jujur mimin baca artikel ini ngakak sampai sakit perut๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Untuk ayu alias saiful, semangat yah tetap jalani hidup dan mulailah kehidupan baru dengan selayaknya laki-laki sejati, jangan menolak pemberian tuhan Karena dibalik semua itu pasti Ada berkahnya

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel