Curhatan Pemulung yang Bikin Nangis, di Usia 90 Tahun Masih Memulung untuk Menyambung Hidup

D-Stories | Sabtu, 4 April 2020 09:00
Curhatan Pemulung yang Bikin Nangis, di Usia 90 Tahun Masih Memulung untuk Menyambung Hidup
© Https://kitabisa.com/campaign/pedulilansiadhuafa

 
 
 
80.6k
SHARES
Reporter : Riza Umami

Pilu sekali kisahnya.
Setiap orang memang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda, ada yang mudah dan ada yang sulit. Sebagian lagi harus kerja banting tulang untuk bisa bertahan setiap harinya dan rela bekerja menjadi pemulung untuk mencukupi kebutuhannya.

Salah seorang di antaranya adalah Kakek Maharudin. Beliau harus mengumpulkan botol bekas tiap harinya dan dijual demi menyambung hidupnya. Kakek yang berusia 90 tahun ini berjuang sendirian meski usia sudah senja dan fisiknya pun melemah.

2 dari 3 halaman
Beliau tinggal di sebuah gubuk kecil yang berada di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Tak ada sanak keluarga dan saudara, beliau hidup sebatang kara di usia renta. Dari menjual plastik bekas pun penghasilannya tak menentu, yang penting bisa untuk makan sudah bersyukur.

Kisah lainnya datang dari Ibu Lasminar. Wanita 56 tahun ini juga mengais rezeki dengan menjadi seorang pemulung. Beliau telah mengalami penyakit kulit sejak mazih anak-anak. Keluarganya bahkan malu memiliki anggota keluarga yang penyakitan. Beliau pun harus menjalani hidup yang keras dengan penolakan yang bahkan datang dari keluarganya sendiri.

3 dari 3 halaman
Beliau kini berusia 56 tahun dan tinggal sebatang kara di Link VII, Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kota Medan. Beliau hanya numpang di rumah orang lain yang tidak terpakai. Beruntung masih ada yang mau membantunya.

Sehari-hari beliau bekerja sebagai seorang pemulung. Beliau hanya mendapatkan uang 300 ribu rupiah per bulan saat hasil memulungnya dapat banyak. Namun jika tidak, beliau hanya diberikan 50 ribu rupiah saja bulan itu. Sungguh gaji yang kecil sekali, untuk mencukupi makan di bulan selanjutnya saja tak akan cukup.

Meski begitu Kakek Maharudin dan Ibu Lasminar tetap berusaha untuk mencari uang sendiri. Mereka mensyukuri apa yang bisa didapatkan tanpa meminta-minta dan menjadi seorang pengemis. Mari kita bantu meringankan beban mereka dengan menyisihkan sebagian dari rezeki kita. Kamu bisa berdonasi di sini. Semoga amal kebaikan kita semua diberikan balasan oleh yang Maha Kuasa.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel