Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! PNS Puskemas Yang Berstatus PDP Virus Corona Meninggal Dunia

Selasa, 14 April 2020 10:36
   
pemakaman-pdp-corona-pns-puskesmas-banjarnegara.jpg
Prosesi pemakaman PDP yang merupakan PNS Puskemas Banjarnegara di Desa Bakulan Kecamatan Kemangkon Purbalingga. - Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.C
OM, PURBALINGGA -- Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Satu pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona asal Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, meninggal dunia.

PDP itu merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebuah puskemas yang berada di Banjarnegara.

Jenazahnya dimakamkan di Desa Bakulan Kecamatan Kemangkon Purbalingga.

"PDP itu asli kecamatan Kemangkon tapi domisilinya di Banjarnegara.

Statusnya PNS di puskemas Kabupaten Banjarnegara," jelas Camat Kemangkon Yuni Rahayu saat dihubungi tribunbanyumas.com, Senin (13/4/2020).

Menurut dia, PDP ini periksa ke RSI Banjarnegara lalu dirujuk ke RS Margono Soekarjo Purwokerto.

Mendiang mempunyai riwayat penyakit diabetes, dan paru-paru.

"PDP meninggal kemarin Minggu 12 April pukul 07.00 di RS Margono Soekarjo," tutur dia.

• Di Tengah Pandemi Corona, Sengaja Matikan AIS Kapal Pesiar Misterius Terlihat di Perairan Raja Ampat

• 359 Pasien Sembuh dari Corona, Indonesia Tepis Asia Tenggara Jadi Pusat Corona setelah AS dan Eropa

• Heboh! Dikira Meninggal Biasa Usai Dikubur dan Ditahlilkan 7 Hari, Ternyata Jenazah Positif Corona

• Tahukah Anda, 4 Mantan Artis Cilik Ini Beralih Jadi Dokter, Inilah Kabarnya Saat Ini

Menurut Yuni,  prosesi pemakaman dilakukan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman korban Covid-19.

Tidak ada penolakan dari warga saat proses pemakaman.

"Riwayat perjalanan pasien kami belum tahu.

Pasien itu datangnya dari Banjarnegara.

Kami cuma menerima pemakaman saja.

Status pasien PDP, " jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menuturkan PDP yang dimakamkan di Desa Bakulan merupakan PNS di Puskemas Purwonegoro.

PDP itu sehari-hari bertugas sebagai petugas Kesehatan Lingkungan.

"PDP tinggal di Banjarnegara sedangkan di Purbalingga hanya pemakaman, " tuturnya.

Di sisi lain, Hanung mengatakan kondisi lima pasien positif corona semakin membaik.

Namun instansinya belum mendapatkan kabar untuk satu pasien positif yang baru saja dirawat.

"Untuk tes swab lima pasien positif corona belum keluar hasil tes terakhirnya.

Mereka (lima pasien) baru bisa pulang jika hasil tesnya negatif, " tutur dia.

Menurut Hanung, kelima pasien positif rencana akan dipulangkan secara seremonial jika hasil tes negatif.

Namun hingga saat ini belum ada kabar terkait hasil tes kelima pasien tersebut.

" Rencana lima pasien positif ini mau dilepas jika hasil tesnya negatif.

Kami sudah siap-siap, " terangnya.

Ia menuturkan dari awal jumlah PDP mencapai 84 orang.

PDP negatif corona bertambah 38 orang dan PDP positif corona tetap 6 orang.

"Kalau ODP saat ini berjumlah 2.187 orang," tuturnya.

Sementara itu, Pemkab Purbalingga kembali menyiapkan ruang isolasi tambahan untuk penanganan pasien virus corona. 

 Satu diantaranya yang akan dijadikan alternatif adalah gedung Puskesmas Kemangkon 2 yang terletak di Desa Gambarsari Kecamatan Kemangkon. 

Puskesmas Kemangkon 2 merupakan gedung belum lama selesai dibangun dan masih kosong. 

Gedung tersebut dicek langsung kelayakannya oleh Bupati Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi bersama jajaran Dinas Kesehatan.  

“Dari segi kelayakan sudah bagus.

Tinggal nanti perlu dipersiapkan sarana dan prasaranannya,” ujar Bupati, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, ruang yang tersedia untuk isolasi di gedung ini sebanyak 9 ruangan.

Namun pihaknya agar disiasati  dapat menampung 13 pasien. 

Bupati meminta agar gedung ini bisa segera dibersihkan dan disemprot menggunakan desinfektan.

“Disamping itu juga perlu kami dipenuhi ketersediaan listrik dan air bersih,” tukasnya.

Hingga, saat ini Rabu 25 Maret 2020 siang, Kabupaten Purbalingga belum ada pasien di Purbalingga yang positif terkena virus Corona (Covid-19).

Tercatat hanya  ada 25 Pasien dalam Pengawasan (PDP), 15 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 125 Orang Dalam Resiko (ODR). (rtp)

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel