Jeritan Peternak Cilacap yang Terpaksa Bagikan Ayam Gratis di Tengah Pandemi Corona

Muhamad RidloMuhamad Ridlo
13 Apr 2020, 05:00 WIB
3.6k
Ayam berusia muda di peternakan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ayam berusia muda di peternakan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Liputan6.com, Cilacap - Maret dan April 2020 ini barangkali adalah masa terberat beberapa tahun terakhir bagi peternak ayam di Cilacap, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, harga ayam ambrol dan menyebabkan perusahaan mitra menghentikan suplai pakan.

Imbasnya, ayam kelaparan dan kurus kurang asupan gizi. Bahkan, mendadak, pada awal April, perusahaan menghentikan pakan, terutama jenis ayam pejantan. Penyebabnya adalah turunnya pemasaran ayam akibat wabah Corona Covid-19.

Salah satunya terjadi di Desa Madusari dan Majingklak, Wanareja, Cilacap. Ribuan ekor ayam usia belum siap konsumsi diobral asal laku lantaran perusahaan mitra menghentikan suplai pakan. Bahkan, beberapa di antaranya dibagikan gratis.

BACA JUGA
Curahan Hati Peternak Ayam di Tengah Pandemi COVID-19
Dicari Peternak Ayam di NTT, Kamu Berminat?
Antara Kegembiraan Warga dan Jeritan Hati Peternak Ayam di Solo
Seorang peternak ayam di Kecamatan Wanareja, Tasim Wahyadi mengatakan akhir pekan pertama April 2020, perusahaan mitra menghentikan suplai pakan ayam. Akibatnya, ribuan ayam terancam kelaparan.

Perusahaan memasrahkan nasib ayam kepada peternak. Mereka dipersilakan menjual atau bahkan membagikan gratis ayamnya kepada warga sekitar yang mau memberi makan ayam.

“Kalau TS bilangnya mau buat pakan ikan juga nggak papa,” kata Tasim, Jumat (10/4/2020).

Dia bilang, di Madusari dan sekitarnya terdapat puluhan peternak. Tiap peternak memelihara antara 2.000 ekor hingga belasan ribu ekor. Semuanya terimbas penghentian pakan ini dan terpaksa melego sebagian ayam dengan harga murah.

“Mau diterusin nggak ada modal. Nggak kuat, akhirnya dijual itu, seekornya Rp1.000,” ujar peternak ayam ini.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman
Kerja Sama Koperasi untuk Penyelamatan Anakan Ayam
Ayam berusia muda di peternakan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ayam berusia muda di peternakan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Dia sendiri mengaku memelihara 4.000 ekor ayam pejantan. Lantaran pakan dihentikan pihak perusahaan, ia terpaksa mencari mitra lain untuk memelihara ayam tersebut, yakni Koperasi Desmantara.

“Kalau saya dipelihara. Alhamdulillah dapat mitra,” ucapnya.

Ketua Koperasi Desmantara, Akhmad Fadli mengatakan apa yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan mitra itu menunjukkan ketidakseimbangan hubungan antara peternak dengan perusahaan. Padahal, semestinya perusahaan juga tetap bertanggungjawab dan turut menanggung risiko potensi kerugian peternak.

“Kalau mau adil. Ya sebelum menyerahkan ayam harusnya perusahaan memberi opsi. Jangan semena-mena memberikan kepada peternak,” kata Fadli.

Fadli menegaskan, perlu komitmen bersama untuk menaikkan posisi tawar peternak. Salah satunya yakni dengan pola kerja sama bagi hasil melalui skema koperasi.

Dengan koperasi, peternak akan menjadi anggota yang juga turut mendapatkan bagi hasil di luar ongkos operasional yang telah dikeluarkannya.

“Mau untung besar, peternak juga dapat, meski tidak secara langsung,” Fadli menjelaskan.



3 dari 4 halaman
Kondisi Terkini Pasar Daging Ayam
Pedagang daging ayam di Pasar Karangpucung, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Pedagang daging ayam di Pasar Karangpucung, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Penghentian pakan oleh perusahaan mitra rupanya berpangkal dari harga daging ayam yang terjun bebas. Selama tiga hari pada April 2020, harga ayam broiler hidup hanya Rp8.000 per kilogram. Daging ayam lantas diecerkan dengan harga Rp15 ribu per kilogram.

Beruntung, kondisi itu tak bertahan lama. Usai ambyar dalam jangka sepekan, para pekan kedua April, harga daging ayam mulai membaik.

Ketua Payubuan Pedagang Pasar Induk Majenang, Tatang Samsudin Koyong mengatakan kini harga ayam pedaging berada di kisaran Rp27 ribu. Secara berangsur, daging ayam naik dari Rp15 ribu, Rp21 ribu dan Rp24 ribu per kilogram.

Dia menduga jatuhnya harga ayam disebabkan membludaknya suplai ke wilayah Cilacap. Pasalnya, banyak ayam yang semestinya dikirim ke Jakarta diobral murah di pasar kecil dan kampung-kampung.

“Kemarin kan katanya ada barang, ayam yang akan dijual ke Jakarta, tapi tidak ada yang menerima. Akhirnya dijual di kampung-kampung, kaya gitu,” ucap Tatang.

Harga itu kemudian berangsur naik setelah berkurangnya pasokan. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya normal seperti biasanya karena pasar pun sepi pembeli akibat Covid-19. Dalam kondisi normal, ayam eceran seharga Rp28 ribu per kilogram.

“Seminggu belakang, harga ayam itu Rp24 ribu. Kemudian, naik Rp 27 ribu karena stok berkurang. Tapi, saat ini, walaupun stok berkurang, pembeli juga kurang, Mas,” katanya. Tatang mengemukakan, harga ayam diprediksi akan kembali naik menjelang Ramadan. Pengalaman tahun sebelumnya, harga ayam pada Ramadan, berkisar Rp34 ribu dan bahkan menembus Rp42 ribu per kilogram mendekati lebaran Idul Fitri.

Namun, menimbang wabah Covid-19 ini, dia menduga harga ayam tidak akan setinggi Ramadan tahun lalu.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel