Jeritan Sopir Bus di Tengah Pandemi Virus Corona, Tunggu Tiga Jam Hanya Dapat Tiga Penumpang

Kamis, 16 April 2020 16:33
   
leuwi-panjang_.jpg
SUASANA di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jumat (10/4/2020). - ISTIMEWA
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sektor transportasi ikut terimbas wabah virus corona yang menyerang dunia, khususnya di Indonesia. Apalagi, beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sopir bus jurusan Bandung-Merak di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Wawan Setiawan (39), penghasilannya anjok drastis. Pasalnya, warga urung menggunakan jasa bus sebagai transportasi berpergian.

"Sudah empat hari ini saya di Bandung. Sekarang antrean bus panjang. Penumpang dari Bandung ke Merak paling satu atau dua orang. Begitu pun dari sana, sama. Lima orang itu sudah banyak, setelah menunggu tiga jam," ujar Wawan kepada Tribun, Kamis (16/4/2020).

Menurutnya, setoran wajib kepada perusahaan tempatnya bekerja di Laju Prima tak mencapai target. "Setoran paling Rp 120 ribu, kadang enggak setor karena penumpang minim," katanya.

Warga Cikalong, Bandung Barat, tersebut telah mendengar rencana bantuan sosial kepada para sopir. Namun, hingga kini belum ada yang mendata.

"Semoga bisa tepat sasaran bantuannya, entah sembako, uang atau lainnya. Saya kasihan keluarga di rumah. Semoga enggak begini terus. Jujur repot dan berat karena tiap berangkat bayar," ujarnya.

Sopir bus jurusan Bandung-Merak lainnya, Endang (52), menuturkan penumpang turun drastis sejak virus corona. Sebelumnya, 20 penumpang hanya dengan menunggu 30 menit. Kini, per dua jam hanya empat orang.

"Selama ini belum pernah lebih 10 orang penumpang. Bayar setoran paling Rp 500 ribu, itu juga sudah maksa mentok," katanya.

Dia mengatakan penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk biaya makan saat berada di terminal. Mengenai bantuan sosial, dia juga mengaku telah mendengar informasi itu. Tapi juga belum didata.

"Enggak ada ke rumah dan di terminal. Buat makan di terminal saja sudah untung. Bahkan saya dengar banyak sopir-sopir juga mulai dikurangi," ujarnya. (*)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Sugiri

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel