Orang yang Suka Memberi Hutang, Pahalanya Akan Berlipat-lipat dan Dimudahkan Rezekinya

Rabu, 18 Maret 2020 

Hidup ini memang tidak terlepas dari yang namanya hitang piutang. Memberi hutang bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi bagi kita yang serba pas-pasan. Namun, memberikan hutang kepada mereka yang meminta atau yang membutukan merupakan perbuatan yang baik.


Luar biasa pahala yang untuk orang yang memberi hutang. Allah SWT melipatgandakan pahala kita saat memberikan hutang kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)


Meski kita disarankan untuk memudahkan urusan orang lain yang dalam hal ini member hutang, maka kita juga diwajibkan untuk menagih hutang dengan cara yang baik. Menagih dan mengingatkan dengan cara baik, terutama ketika sudah jatuh tempo.


Apa yang didapatkan jika kita bersedekah sebagian dari utang tersebut?

Menyedekahkan sebagian atau semua utang akan lebih baik bagimu bisa diartikan jika didalamnya ada banyak keutamaan. Bahkan disebutkan pula dalam sebuah hadits akan keutamaan menyedekahkan utang tersebut, yang diantaranya :

1) Mendapatkan naungan Allah

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim)

2) Mendapatkan pahala sedekah berlipat-lipat

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, “Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad).

3) Mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Dulu ada seorang pedagang biasa memberikan pinjaman kepada orang-orang. Ketika melihat ada yang kesulitan, dia berkata pada budaknya: Maafkanlah dia (artinya bebaskan utangnya). Semoga Allah memberi ampunan pada kita. Semoga Allah pun memberi ampunan padanya.”(HR. Bukhari)

4) Diberikan kemudahan di hari kiamat

Rasulullah SAW bersabda, “Ada seseorang didatangkan pada hari kiamat. Allah berkata (yang artinya), “Lihatlah amalannya.” Kemudian orang tersebut berkata, “Wahai Rabbku. aku tidak memiliki amalan kebaikan selain satu amalan. Dulu aku memiliki harta, lalu aku sering meminjamkannya pada orang-orang. Setiap orang yang sebenarnya mampu untuk melunasinya, aku beri kemudahan. Begitu pula setiap orang yang berada dalam kesulitan, aku selalu memberinya tenggang waktu sampai dia mampu melunasinya.” Lantas Allah pun berkata (yang artinya), “Aku lebih berhak memberi kemudahan”. Orang ini pun akhirnya diampuni.” (HR. Ahmad).

Meski begitu, jangan sampai tergoda dengan riba ya, dengan memberi bunga terhadap pinjaman tersebut. Bukannya pahala, malah dosa besar yang akan kita dapat. Semoga bermanfaat.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel