Semoga saat Ramadan Tiba, Virus Corona Sudah Tiada

Endah WijayantiEndah Wijayanti
13 Apr 2020, 07:15 WIB

16
no resolusi
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/ifrah akhter
Fimela.com, Jakarta Mengubah rutinitas di tengah panedemi virus corona ini memang tidak mudah. Mengatasi rasa cemas dan was-was pun membuat kita tak nyaman. Kita semua pun berharap semua keadaan akan segera membaik. Melalui Lomba Share Your Stories: Berbagi Cerita tentang Pandemi Virus Corona ini Sahabat Fimela berbagai cerita dan harapannya di situasi ini. Langsung ikuti tulisannya di sini, ya.

BACA JUGA

Mengajar dari Rumah, Keseharianku Dampingi Murid-Murid yang Kebanyakan Tak Berponsel
Manfaat Social Distancing Bukan untuk Diri Sendiri, tapi Juga Orang Terdekat Kita
Usahakan Tetap di Rumah untuk Lindungi Diri dan Sesama
***

Oleh: Lia Farida

Seperti inilah kondisi yang terjadi. Pemerintah sudah menerapkan kebijakan social distancing atau PSBB (pembatasan sementara beskala besar) dan terjadi di kota-kota yang masuk kategori zona merah. Namaku Diajeng, aku sudah bekerja sebagai ASN di suatu kabupaten yang terdampak, bagiku ini merupakan suatu musibah yang menyusahkan. Bagaimana tidak di saat terbiasa masuk kerja dengan rutinitas absen pukul 07.00-15.30 Senin sampai Jumat, kini muncul kebijakan WFH.

Hal itu merupakan pengalaman baru bagi saya, tapi memang butuh penyesuaian, apalagi tidak semua ASN paham terutama ASN yang masuk generasi tua atau mendekati pensiun dengan teknologi IT seperti video call, teleconference, ataupun medsos yang lain yang bisa digunakan untuk bekerja. Ini menjadikan tantangan bagi saya sebagai ASN generasi milenial untuk mengajari dengan sabar sesama rekan yang belum melek teknologi ini.

Belum lagi adanya alasan terkait koneksi internet di rumah, ataupun jatah kuota yang meningkat yang tidak di-cover oleh kantor. Sungguh keadaan yang rumit, tapi bagaimana pun tanggung jawab kerja harus dilaksanakan syukuri dan nikmati. Saya ingat akan pesan dosen saya dahulu yang menjadi mood booster, "Jangan menghitung apa yang anda terima dari negara, tetapi kontribusi apa yang telah anda berikan pada negara ini."

Tetap Berharap yang Terbaik
kisah my forgiveness matters 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Hikmah yang dapat kita ambil pada saat kondisi ini, kita harus bersyukur dengan keadaan saat ini. Masih ada orang di luar yang susah mencari rezeki mempertaruhkan kesehatannya bergumul dengan pengidap virus, sementara kita sudah digaji pemerintah tidak perlu susah payahkeluar dari rumah untuk bekerja. Walaupun kadang rasa kejenuhan datang menghinggapi, seperti kangen suasana kantor, bersosialisasi dengan rekan kerja ataupun mendengar ocehan dan amukan pimpinan.

Semoga mendekati bulan Ramadan ini segera hilang pandemi ini, rasanya aneh apabila suasana Ramadan hanya berdiam diri di rumah melaksanakan tarawih dan tadarus. Padahal semua umat islam rindu akan suasana ramadan, dan berdoa supaya diberikan umur panjang untuk menjalani ramadan tahun ini. Marhaban ya Ramadan, selamat datang bulan Ramadan bulan penuh berkah, dan segeralah pergi virus COVID-19.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel