Warga Baciro Yogyakarta Perbolehkan Wilayahnya Jadi Tempat Karantina, Perawat Nangis Sesenggukan

Jumat, 17 April 2020 06:30
zoom-inlihat foto
warga-baciro-yogyakarta-perbolehkan-wilayahnya-jadi-tempat-karantina.jpgTribunjogja.com | Hasan Sakri
SAMBUT TENAGA MEDIS. Sejumlah warga menyambut dan memberikan dukungan kepada tenaga medis yang memasuki tempat tinggal sementara di Gedung Pusdiklat Depdagri, Baciro, Kota Yogyakarta, Kamis (16/4/2020). Tenaga medis yang menempati tempatytinggal sementara tersbeut merupakan tenaga medis yang menangani wabah Covid-19.
TENAGA Medis di Yogyakarta disambut penuh haru untuk kali pertama mereka menempati gedung balai diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Yogyakarta, Kamis (16/4/2020). Sedikitnya, ada 30 warga kampung Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta yang menyambut para tenaga medis yang akan menempati gedung untuk karantina sebelum mereka pulang ke rumah.

Tribunjogja.com | Miftahul Huda

SAMBUT TENAGA MEDIS. Sejumlah warga menyambut dan meberikan dukungan kepada tenaga medis yang memasuki tempat tinggal sementara di GEdung Pusdiklat Depdagri, Baciro, Kota Yogyakarta, Kamis (16/4/2020). Tenaga medis yang menempati tempatytinggal sementara tersbeut merupakan tenaga medis yang menangani wabah Covid-19.
SAMBUT TENAGA MEDIS. Sejumlah warga menyambut dan meberikan dukungan kepada tenaga medis yang memasuki tempat tinggal sementara di GEdung Pusdiklat Depdagri, Baciro, Kota Yogyakarta, Kamis (16/4/2020). Tenaga medis yang menempati tempatytinggal sementara tersbeut merupakan tenaga medis yang menangani wabah Covid-19. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)
RIKA Septi Handayani, seorang Perawat yang ikut dalam rombongan karantina kesempatan itu mengatakan manyambut baik kebijakan Pemda DI Yogyakarta karena menyediakan asrama yang bisa digunakan bagi tenaga medis.

Ia menyadari, selama menjalani tugas, Rika dan delapan rekannya sadar jika sering kontak langsung dengan para pasien Covid-19.

Meski pun ke rumah pulang dengan Standard Operating procedure (SOP) yang harus dilakukan.

Rika mengakui jika dirinya tak tahu, apakah ia membawa virus atau tidak, artinya tempat karantina dibutuhkan untuk tenaga medis.

"Sehingga ruang isolasi sekaligus tempat istirahat bagi kami sangat berguna," katanya dengan tak kuasa menahan tangis.

Rika mengaku sedih karena harus jauh dengan keluarga.

Namun, ia bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak.

Sejak awal virus tersebut masuk, pihak rumah sakit memang sudah menyediakan ruangan khusus bagi perawat untuk beristirahat.

Namun, adanya tempat yang lebih memadai kali ini sangat disambut baik oleh dirinya.

Kesedihan mendalam sering ia rasakan ketika harus mendapat perlakuan diskriminasi dari masyarakat.

Apalagi, mereka tak bisa kontak fisik dengan keluarga.

"Perasaan sedih karena terbatas akses dengan keluarga tetap ada. Tapi kami sudah terikat sumpah profesi. Jadi harus kami laksanakan," tutupnya dengan napas sesenggukan.

Apa Kata Warga Baciro Yogyakarta

TENAGA Medis di Yogyakarta disambut penuh harU untuk kali pertama mereka menempati gedung balai diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Yogyakarta, Kamis (16/4/2020).
TENAGA Medis di Yogyakarta disambut penuh harU untuk kali pertama mereka menempati gedung balai diklat Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Yogyakarta, Kamis (16/4/2020). (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)
Ketua RW 10, Servasius Wue Baciro, mengatakan penyambutan para tenaga medis itu dilakukan atas dasar kemanusiaan. Karena menurutnya, tenaga medis merupakan pahlawan kemanusiaan yang bekerja di untuk penanganan covid-19 saat ini.

"Disamping itu, kami turut prihatin saat maraknya terjadi penolakan perawat yang terjadi di daerah lain. Bahkan meninggal pun ditolak. Kami ingin bahwa Kota Jogja seharusnya memberikan gelar pahlawan bagi para tim medis," katanya.

Secara keseluruhan warga kampung Baciro tidak keberatan atas penempatan tenaga medis di dekat perkampungannya.

Servasius juga menegaskan jika para warga di empat RT menyetujui adanya karantina bagi tim medis tersebut.

"Harusnya bisa ke sini semua. Tapi karena kami sesuaikan protap, hanya 30 warga yang ikut menyambut," imbuhnya.

Usai menunggu hampir 30 menit, rombongan tenaga medis pun datang bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Para warga yang sudah bersiap menyambut membentangkan spanduk dan juga poster.

Poster itu bertuliskan ungkapan terimakasih dan juga dukungan atas dedikasi tenaga medis yang diberikan selama ini.

Sebelum para tim medis dari RSU Wirosaban, Yogyakarta memasuki kamar yang telah disediakan, Heroe Poerwadi terlebih dahulu meluapkan perasaannya.

Heroe mengapresiasi tinggi kapada Warga Baciro yang sudah menerima tenaga medis untuk menempati balai diklat.

"Masyarakat yang luar biasa. Tadi pagi, masyarakat menelpon saya, mereka mengatakan, bahwa kami (red-warga) akan menyambut tenaga medis yang akan menempati balai diklat," kata Heroe dengan meneteskan air mata.

Percakapannya sejenak terhenti, napasnya terngah-engah. Sesekali tertunduk dan memandang sekitar.

Ia merasakan ada kekuatan luar biasa yang diberikan masyarakat kepada tenaga medis kali ini.

Ia menganggap, warga Kampung Baciro sangat terbuka dan mau menerima kedatangan tenaga medis di tengah maraknya penolakan para pejuang kemanusiaan itu terjadi di mana-mana.

"Penyambutan itu berupa poster-poster bertuliskan semangat dan dukungan bagi tim medis. Dan saya sangat terharu melihatnya," imbuh Heroe sambil mengusap ari matanya.

Ia berharap, dengan adanya tempat untuk istirahat bagi tenaga medis kali ini, pihaknya meminta supaya para tenaga medis bisa memanfaatkan fasilitas dengan nyaman.

Tak lupa, Heroe juga mengimbau kepada masyarakat supaya saling menjaga di tengah pandemi saat ini.

Heroe juga mengapresiasi bagi siapa pun yang bertugas di garis depan dalam penanganan covid-19.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi tak kuasa menahan haru ketika menyambut sembilan perawat yang menempati gedung Balai PPSDM Yogyakarta, Kamis (16/4/2020)
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi tak kuasa menahan haru ketika menyambut sembilan perawat yang menempati gedung Balai PPSDM Yogyakarta, Kamis (16/4/2020) (TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda)
"Saya sangat tahu, tenaga medis ini masuk dari Jogja dan saya sudah agak lama mengupayakan supaya ada tempat untuk para tenaga medis bersitirahat. Terima kasih kepada balai diklat karena sudah diperkenankan," sambungnya.

Alasan disediakan tempat istirahat bagi tenaga medis, menurutnya lantaran sempat dari beberapa tenaga medis yang mengalami penolakan dari warga sekitar saat hendak pulang.

Dari dasar itulah, Pemerintah Kota Yogyakarta mengupayakan tempat yang layak bagi para tenaga medis, yang bisa digunakan untuk istirahat.

"Awalnya memang ada yang tidak diperbolehkan pulang, ada penolakan. Daripada terjadi kontroversi di masyarakat, Dinkes Provinsi mengakomodir semuanya," ungkap Heroe.

Ia mengatakan, meski tenaga medis sudah berlakukan SOP sesuai prosedur, misalnya wajib mandi sebelum keluar dari rumah sakit, serta etika kebersihan lain, hal itu dirasa tidak cukup membuat masyarakat menerima kedatangan tenaga medis dilingkungannya.

Heroe menambahkan, tujuan penempatan itu dilakukan supaya tenaga medis bisa lebih nyaman, dan bisa bekerja tanpa adanya beban mental lantaran adanya stereotip dari masyakarat.

Selain dari RSU Kota Yogyakarta, akan menyusul 128 tenaga medis dari RSPAU Dr. Hardjolukito, Yogyakarta yang akan menempati asrama tersebut.

"Kapasitasnya ada 141 kamar. Sementara hanya sembilan tenaga medis dulu, dan dalam waktu dekat, ada penambahan dari Rumah sakit Dr. Hardjolukito," imbuhnya.

Saat disinggung sampai kapan para tenaga medis tersebut menempati balai diklat, Heroe mengatakan hingga kondisi kembali pulih.

"Menyesuaikan kondisi. Yang jelas hingga covid-19 ini berakhir," sambung dia. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Warga Baciro Yogyakarta Perbolehkan Wilayahnya Jadi Tempat Karantina, Perawat Nangis Sesenggukan, https://jogja.tribunnews.com/2020/04/17/warga-baciro-yogyakarta-perbolehkan-wilayahnya-jadi-tempat-karantina-perawat-nangis-sesenggukan?page=all.
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Iwan Al Khasni

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel