Warga Gowa Gelar Aksi Tolak Pemakaman Pasien Covid-19 dengan Bakar Ban, Polisi Ringkus 4 Orang

Jumat, 17 April 2020 11:55
   
aparat-kepolisian-di-kabupaten-gowa-sulawesi-selatan-tengah-melakukan.jpg
Aparat kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tengah melakukan pengamanan saat warga memblokade akses jalan ke pemakaman pasien covid-19. Kamis, (2/4/2020) - KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.
TRIBUNPALU.COM - Lagi-lagi viral aksi penolakan warga terkait rencana pemakaman pasien Virus Corona terjadi.

Kali ini, kejadian memilukan tersebut terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan.

Akibat aksi tersebut, Polres Gowa pun menetapkan empat orang warga yang dinilai menjadi provokator dari aksi penolakan pemakaman tersebut.

Keempat orang itu diduga terlibat dalam penolakan warga saat berlangsung pemakaman di Jalan Teratai Indah Macanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Gowa, pada 2 April 2020.

Status empat warga tersebut pun sudah dinaikkan menjadi tersangka.

Penetapan tersebut dilakukan setelah para pelaku terbukti memblokade jalan dengan membakar ban dan menutup jalan dengan balok kayu.

• MPR RI Ikhlaskan Anggaran dan THR Rp27 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

• Survei SMRC Sebut Masih Banyak Masyarakat Indonesia yang Nekat Ingin Mudik

Padahal, lokasi itu adalah lahan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk jadi tempat menguburkan korban Covid-19.

Aksi itu baru bubar saat sejumlah polisi dan anggota TNI datang. Ada lima orang yang ditangkap setelah penolakan itu terjadi.

Polres Gowa memeriksa 11 saksi sebelum menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka.

"Keempat terduga pelaku tersebut berinisial HM (48), JG (45), MY (32), dan RD (42). Peran dari keempat tersangka diduga sebagai provokator dalam aksi penolakan yang dilakukan beberapa waktu lalu," ungkap Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, Jumat (17/4/2020).

Keempat terduga pelaku dijerat dengan Pasal 214 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman minimal empat bulan dua minggu penjara dan maksimal tujuh tahun penjara.

Sedangkan Kapolres Gowa AKBP Boy Samola berharap tidak ada lagi aksi masyarakat yang menolak pemakaman korban Covid-19.

"Saya kembali ingatkan kepada warga Kabupaten Gowa untuk tidak melakukan aksi yang sama dan jika hal itu tetap dilakukan maka Polres Gowa akan tetap tegas melakukan penegakan hukum," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka", 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel