Tak Terima Pipi Suaminya Dicium, Wanita Ini Patahkan Leher Sahabatnya

 



Cemburu merupakan suatu tanda cinta. Setiap pasangan pasti pernah merasakan rasa cemburu. Rasa tersebut timbul karena setiap pasangan tak ingin kehilangan orang yang dicintainya.

Namun rasa cemburu harus bisa dikendalikan alias tidak berlebihan. Sebab jika tidak, maka hasilnya akan berakibat fatal bagi orang lain seperti yang dialami wanita ini.

Kejadian mengenaskan akibat rasa cemburu yang berlebihan dialami oleh Kristy Adjei. Kehidupannya sontak berubah setelah ia berkunjung di acara pesta kebun sahabatnya, Susan Robson.

Dilansir oleh Daily Mail, Minggu 9 Juni 2019, ketika itu Kristy sedang berjalan pulang bersama suami dari sahabatnya tersebut. Namun sang sahabat, Susan, mendadak curiga dengan kedekatan keduanya.

Wanita berusia 37 tahun itu akhirnya membuntuti sang suami yang sedang berjalan bersama Kristy. Ia pun lantas memergoki keduanya saling cium pipi (cipika-cipiki).

Saat dipergoki oleh Susan, Kristy mengaku salah dan mengatakan kepada sahabatnya itu bahwa ia hanya memberi kecupan di pipi saja, tidak lebih dari itu.

Namun Susan yang sudah terlanjur emosi dan cemburu lantas memukul dan menendang Kristy hingga lehernya patah.

“Saya ingat suara leher saya patah ketika dia menendang wajah saya. Saya pikir saya akan mati,” kata Kristy.

Tiga belas bulan setelah serangan itu, Kirsty dihantui stres pascatrauma. Wanita berusia 42 tahun ini berjuang kembali untuk mendapatkan teman baru setelah sahabatnya sendiri mematahkan lehernya karena cemburu.

beberapa bulan setelah kejadian mengenaskan itu, Susan mengakui perbuatannya di hadapan pengadilan. Ia pun dijerat hukuman penjara selama 4 tahun.

Sementara Kristy, hingga saat ini harus menggunakan penyangga untuk menopang leher dan tulang belakangnya.

“Trauma dan kilas balik membuat saya tetap terjaga di malam hari, Itu yang terburuk. Saya tidak bisa melihat jalan keluar dari rasa sakit dan saya ingin semua ini berakhir,” ujarnya.

“Satu-satunya hal yang menghibur hidup saya adalah putri saya. Saya memiliki kecemasan yang mengerikan dan PTSD. Saya merasa sulit untuk meninggalkan rumah,” sambungnya.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel