Kisah Haru Kakek Nenek Ini Jual Kandang Ayam, Dipikul Keliling Kampung.



 

By aby walabi  Mei 31, 2021 
Kisah Haru Kakek Nenek Ini Jual Kandang Ayam, Dipikul Keliling Kampung.

Perjuangan kakek dan nenek jualan kandang ayam, dengan mengandalkan kekuatan fisik untuk menjajakan keluar masuk kampung

Mencari nafkah merupakan salah satu hal yang berat untuk dilakukan, namun hal ini seolah menjadi kewajiban agar kebutuhan bisa terpenuhi. Bahkan pencari nafkah sendiri tidak mengenal lelah dengan kondisi fisik akibat bekerja.



Terlebih lagi jika pekerjaan yang dilakukan tersebut sangat memforsir tenaga, ditambah lagi dengan usia yang tidak lagi muda. Seperti halnya yang dialami oleh pasangan suami istri lanjut usia berikut ini.

Baca Juga
Masih Ingat Raeni Anak Tukang Becak Diantar Ayah Saat Wisuda? Kini Sudah Bergelar Doktor di Inggris
Penjual Ayam Asal Sleman Bangun Masjid Megah Tiga Lantai Bergaya Jawa dan Timur Tengah
Keluarga ini Hanya Makan Nasi dan Garam, Paling Mewah Tempe. Sempat tak Bisa Makan Selama 3 Hari
disebutkan jika pasangan tersebut merupakan nenek Katmini berusia 65 tahun serta sang suami Harun berusia 70 tahun. Keduanya ini merupakan warga Kampung Cimaung, Desa kolot, Kecamatan Cilawu, Garut.
Terhitung sejak tiga dekade lalu pasangan lansia ini telah berjualan kandang ayam. Miris nya lagi dalam berjualan tersebut keduanya mengandalkan tenaga fisik. Yakni dengan bersama-sama memikul kandang ayam itu menggunakan sebilah bambu.

Agar kerajinan keduanya ini dapat laku terjual ke tangan pembeli, mereka rela keluar masuk kampung di kecamatan Cilawu, Bayongbong, hingga ke Garut Kota.

Saat ditemui oleh wartawan pada 5 agustus lalu saat mereka berada di kampung negara Kulon, nenek Katmini menyatakan jika hanya kemampuan tersebutlah yang bisa ia lakukan. Untuk itu rasanya tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan oleh pasangan lansia tersebut.

Dalam seminggu mereka biasa berjualan sebanyak 2 kali dengan memanggul kandang ayam yang cukup berat tersebut

Sulitnya kehidupan membuat mereka harus berusaha keras walau telah berusia senja. Bahkan untuk membeli baju baru saja mereka tidak mampu. Sehingga keduanya ini harus menggunakan baju lusuh serta sandal jepit butut yang telah menghitam.

Nenek Katmini menambahkan jika sebelumnya ia dan suaminya itu pernah berusaha untuk jualan lain. Akan tetapi memang tidak rezeki, dagangan tersebut tidak laku. Akhirnya mereka memilih kembali untuk berjualan kandang.

Untuk mengerjakan satu kandang ayam saja, bisa diselesaikan dalam waktu 1 hari. Bahan yang digunakan merupakan bambu tua yang dibeli dari perkebunan warga sekitar

Iklan Atas Artikel

iklan 3

Iklan Bawah Artikel