Tidak Seperti Balita Seusianya, Reky Korban Kekerasan Ayah di Batam Belum Bisa Berjalan

 

 66 views 

Seharusnya, anak seumurun Reky sedang lucu-lucunya dan menjadi kesayangan di lingkungan keluarga.

Namun tidak demikian, tidak seperti balita seusianya yang sudah mulai berjalan bahkan bermain,

Deky sejauh ini hanya bisa tidur dan menangis menahan sakit bekas siksaan dari sang ayah.

Kondisi Reky seperti itu setelah dirinya ditendang oleh ayah kandungnya sendiri.

Saat itu, ayah dan ibu Reky sedang cekcok dan ia menjadi pelampiasan kemarahan.

Kakinya ditendang hingga patah, bahunya di gigit hingga seluruh badannya lebam.

Untuk menekukan kepalnya Reky masih belum mampu.

Sebab lehernya belum punya tenaga untuk menopang berat kepalanya.

Pantauan Tribunbatam.id di ruang penyidik Polresta Barelang, Selasa (12/1/2021), dia terus digendong oleh neneknya.

Ia juga hadir diruangan pemeriksaan mendampingi kedua orang tuanya diperiksa.

Anak seumuran Reky yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban kebiadapan ayah kandungnya.

Setiap orang yang melihat Reky diruang penyidik pasti meneteskan air mata.

Bahkan memandang geram ke arah Dwiki ayah bejat tersebut.

Prose Maksimal

Selama pemeriksaan di ruang penyidik Polresta Barelang, Marlina (19) ibu kandung dari Reky balita yang dianiaya sang ayah terus menangis.

Dirinya merasa menyesal selama ini tidak berani menceritakan kebiadapan suaminya kepada orang lain.

Selama ini dia pendam sendiri rasa sakit yang dialaminya akibat ulah Dwiki Alfandi (20) suaminya itu.

Sudahlah tidak memberikan nafkah kepada anak dan istrinya, Dwiki kerap main tangan.

Bahkan ketika dia marah selalu memukul anaknya yang masih balita.

Terakhir, sang anak ditendang ketika sedang terlelap tidur hingga mengalami patah tulang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan membenarkan adanya penankapan tersebut.

Andri yang juga seorang bapak terlihat geram ketika awak media mengkonfirmasi berita tesebut.

Menurut Andri, apa yang dilakukan oleh pelaku memang sudah diluar kewajaran.

Ia berjanji akan melakukan pemeriksaan secara maksimal terhadap pelaku.

Termasuk memeriksa kejiwaannya. “Memang itu sudah diluar dugaan, saya sendiri tidak tega melihatnya. Saya juga punya anak, apa yang dilakukannya sungguh diluar akal sehat,” sebut Andri membuka cerita kepada Tribunbatam.id, Selasa (12/1/2021).

Dari pemeriksaan sementara, ternyata penganiayaan terparah dilakukan sekitar 3 bulan lalu.

Pelaku mengetahui kalau kaki anaknaya patah. Namun pelaku melarang istrinya menceritakan kepada orang lain.

“Tahunya setelah penyidik melakukan Visum. Disana baru dia mengatakan kalau kaki anaknya patah setelah di tendangnya,” sebut Andri lagi.

Pelaku dikenakan pasal perlindungan anak dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Anak tak diinginkan

Reky balita di Batam yang menjadi korban penganiayaan ayahnya mulai gemuk kembali setelah dirawat oleh sang nenek.

Diketahui, ketika menjadi korban kekerasan Dwiki Alfandi (20), Bayi Reky beratnya turun hingga 15 Kg.

Bahkan semua penyidik di Polresta Barelang meneteskan air mata melihat kondisi Reky hanya tinggal kulit pembalut tulang.

Ternyata kehadiran Reky tidak diinginkan oleh Dwiki sang ayah.

Menurutnya, itu bukanlah anak kandungnya alias bukan darah dagingnya.

Maka dari itu, dirinya tega menganiaya anak lelaki tersebut.

Berbeda dengan Marlina (20) ibu dari Reky, menurut Marlina itu adalah anak dari hubungan terlarangnya dengan Dwiki.

Malahan dia mau dilakukan tes DNA agar sang suami percaya kalau anak itu adalah anaknya.

“Saya mau saja disuruh tes DNA, kalau dia tak percaya kalau itu adalah anaknya,” sebut Marlina lagi.

Akibat penganiayaan itu, korban kini harus menjalanu terapi pengobatan di rumah sakit.

Kaki Reky Patah

Satreskrim Polresta Barelang menangkap pelaku kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri di Batam.

Pelaku Berinisial Dwiki Alfandi (20) ditangkap dikawasan Batu Aji Batam setelah dilaporkan oleh istrinya ke Polilis.

Akibat perbuatannya tersebut, korban yang masih berumur Reki 1 tahun 7 bulan tersebut mengalami patah kaki hingga leher sang anak tidak bisa tegakan.

Cerita ini bermula ketika DAB dan Istirinya berinisial Marisa (19) bersitegang dalam masalah rumah tangga.

Marah dengan istrinya, Dwiki naik pitam dan menendang anaknya yang masih balita ketika sedang tertidur pulas.

Akibat tendangan dari sang ayah, balita tersebut mengalami patah tulang di paha bagian kanan.

“Saya awalnya marah dan emosi sama dia (istinya), dia bandel dan gak mau dibilangin. Saya emosi ke anak saya,” sebut Dwiki, Selasa (12/1/2021)

Dikatakan Dwiki, dirinya merasa sangat menyesal saudah melakukan perbuatan tersebut.

Kini anaknya harus menjalani terapi di rumah sakit akibat kekerasan yang dialami sang ayah.

Sementara itu, Marisa ibu dari korban mengatakan kalau dirinya dengan suaminya selalu bertengkar.

Jika suaminya marah, dia tidak segan melakukan pemukulan terhadap istri bahkan anaknya.

“Kalau dia pukul saya, saya masih bisa tahan. Kalau ke anak saya, saya sempat lawan dia tapi. Tapi saya dipukul dia,” lanjutnya.

Selama ini mengalami derita dalam rumah tangga, dirinya mengaku sering dipukul dan takut menceritakan kepada kedua orangtuanya.

Iapun memendam sendiri hingga dirinya muak dengan keadaan hidupnya.

Terlalu sering disakiti, Marlina akhirnya memberanikan diri kabur kerumah orangtuanya.

“Baru saya berani lapor ke orang tua, dan kemudian bikin laporan ke polisi,” sebutnya.

Memuncaknya yakni setelah sang anak mengalami patah tulang.

Selain itu, pungung anaknya digigit hingga sang anak tidak bisa menopang kepalanya sendiri.

“Sudah 1 tahun 7 bulan anak saya tidak bisa menopang kepalanya sendiri karena ulah suaminya,” sebutnya.

Sejauh ini kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik PPA Polresta Barelang. (koe)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel