Ditolak Masuk TNI 8 Kali, Kisah Perjuangan Anak Satpam Ini Bikin Salut!

 

Ditolak Masuk TNI 8 Kali, Kisah Perjuangan Anak Satpam Ini Bikin Salut!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 20 Mei 2021 12:52
  •  
  •  
Ditolak Masuk TNI 8 Kali, Kisah Perjuangan Anak Satpam Ini Bikin Salut!
Favian Satriya Nugraha menceritakan perjuangannya saat berusaha menjadi bagian anggota TNI.

Dream - Menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bagi sebagian orang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Tak heran jika banyak orang berusaha mati-matian untuk masuk kesatuan tersebut.

Hal ini yang seperti dilakukan seorang pemuda bernama Favian Satriya Nugraha. Melansir dari video yang diunggah kanal YouTube Edward Sitorus Papua Channel, Favian menceritakan perjuangannya.

Mencoba peruntungan dengan mendaftar sejak tahun 2017 lalu, Favian mengalami 8 kali kegagalan dalam percobaannya itu.

" Lulus sekolah itu 2017 habis itu coba daftar Angkatan Darat dan gagalnya di kesehatan. Akhirnya mulai diperbaiki-perbaiki apa yang kurang dan coba lagi terus gagal lagi," kata Favian.

1 dari 6 halaman

Tak Pantang Menyerah

Selain mencoba mendaftar di satuan angkatan darat, pemuda asal Pamulang, Tangerang Selatan, itu juga mengatakan bahwa ia pernah mencoba peruntungan dengan mendaftar di angkatan laut.

Setelah lebih dari 4 kali gagal, Favian mengatakan bahwa ia sempat mendaftar kuliah sambil mempersiapkan diri untuk pendaftaran berikutnya.

" Kuliah sambil daftar digelombang kedua Catam AL 2019 gagal di tes psiko 2. Terus coba lagi di 2020 Catam AD gelombang 2 gagal lagi di alokasi," ungkapnya.

Favian© Merdeka.com

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Ungkapan itu mungkin cocok disematkan untuk Favian. Setelah berkali-kali gagal, ia pun akhirnya berhasil lolos di percobaannya yang ke-sembilan.

" Terus 2021 coba daftar Caba AL gelombang pertama di bulan Februari gagal lagi di psiko 2, nah yang terakhir ini di Catam AD 2021 Alhamdulillah lolos," kata Favian.

 

 

2 dari 6 halaman

Anak Seorang Satpam

Favian menyebut, bahwa keinginannya untuk menjadi seorang tentara merupakan upaya untuk membanggakan kedua orang tuanya sebagai putra semata wayang. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan reaksinya ketika mengetahui bahwa dirinya lolos seleksi.

" Saya waktu itu ditanya Pangdam Jaya 'apa pekerjaan orang tua kamu' saya jawab pekerjaan orang tua saya satpam terus diginiin 'sujud syukur kamu Alhamdulillah lolos'. Langsung saya nangis disitu," kenang Favian.

Di akhir video, Favian tak lupa memberikan pesan-pesan kepada para pemuda yang saat ini tengah berjuang mengejar impiannya.

" Ya buat teman-teman semua, kalau misalnya gagal pertama kali coba ya coba terus. Kan yang namanya rezeki enggak ada yang tahu. Yang penting intinya perbaiki kesalahan kita jadiin pembelajaran dan tetap semangat," pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 6 halaman

Pantang Menyerah Meski Pernah Gagal, Tukang Bakso Akhirnya Jadi Anggota TNI

Dream - Menjadi seorang anggota TNI merupakan kebanggaan bagi sebagian orang, lantaran menjadi bagian di dalamnya bukanlah hal yang mudah. Ada banyak seleksi ketat yang dilakukan institusi guna memperoleh calon prajurit terbaik. Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang serta semangat yang tinggi.

Semangat anggota TNI berikut ini patut dicontoh. Meski dulunya seorang tukang bakso dan pernah gagal seleksi, tetapi ia tetap bersemangat hingga akhirnya berhasil menjadi anggota TNI.

Dilansir dari channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel, seorang anggota TNI AD bernama Serda Sudirman menceritakan kisahnya bisa menjadi seorang anggota TNI. Sudirman merupakan anggota TNI yang berdinas di Kodim 0430 Banyuasin Kodam II Sriwijaya.

" Nama saya Sudirman, pangkat saya Sersan Dua (Serda). Asal saya dari Kodim 0430 Banyuasin Kodam II Sriwijaya," kata Serda Sudirman.

4 dari 6 halaman

Dulu Tukang Bakso

Melalui unggahan tersebut, Serda Sudirman diketahui dulunya adalah tukang bakso. Ia pun mengungkapkan alasannya bersemangat menjadi anggota TNI.

" Mas Dirman dulu seorang tukang bakso, bagaimana ceritanya bisa ada keinginan menjadi prajurit TNI?" tanya presenter.

" Awal mula saya mengetahui tentang informasi menjadi TNI, awalnya terjadi konflik di daerah saya. Pada saat itu anggota TNI yang berasal dari Kodam II Sriwijaya itu datang untuk menengahi konflik di daerah kami, bagaimana caranya saya bisa menjadi seorang TNI, karena saya lihat seorang TNI gagah pemberani," jawabnya.

5 dari 6 halaman

Sempat Ditolak

Serda Sudirman ternyata sebelumnya pernah mendaftar menjadi anggota TNI namun gagal. Meski tak mudah, ia tetap berusaha dan pantang menyerah.

" Berarti sebelumnya pernah mendaftar Bintara?" tanya presenter.

" Iya," jawab Sudirman.

" Saya melihatnya luar biasa. Tidur di emperan toko, menjual bakso keliling, tapi itu tidak membuat Mas Dirman menyerah?" tanya presenter lagi.

" Kalau menyerah tidak, itu malah menambah motivasi saya karena saya berprinsip orang lain saja bisa kenapa saya tidak. Sehingga di umur yang terakhir, pada tahun 2007 Alhamdulillah saya diberi kelulusan oleh Allah SWT," jawabnya.

" Sepertinya gagal itu rata-rata putus asa, tetapi saat gagal apa yang membuat Mas Dirman tidak putus asa?" tanya presenter.

" Ketika gagal putus asa pasti ada, tapi itu tidak membuat kendor semangat saya. Saya selalu berjuang berjuang dan berjuang," jawab Sudirman.

Iklan Atas Artikel

iklan 3

Iklan Bawah Artikel