Syukuri saja hidupmu! Jangan panas dan iri melihat tetangga membeli ini itu

 

Syukuri saja hidupmu! Jangan panas dan iri melihat tetangga membeli ini itu

Selalu ingatkanlah pada hati kita untuk jangan pernah berlaku sembarangan kepada orang lain, terlebih saat kita Allah beri nikmat yang luar biasa, sebab tidak sedikit orang yang ketika diberi kesempatan hidup enak malah berlaku sebaliknya. Na’udzubillah
Syukuri saja hidupmu! Jangan panas dan iri melihat tetangga membeli ini itu

Kita harus selalu sadar, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, kenikmatan yang kita miliki saat ini hanyalah pinjaman dari Allah, maka dengan terus mengingat demikian insyaallah kita tidak akan pernah sembarangan menjalani hidup.

Satu hal yang harus selalu kita ingat, malaikat maut datang bertamu tidak pernah mengetuk pintu rumah, maka kurang-kurangi jahat kepada orang lain, sebab bisa jadi kita kembali kepada Allah sebelum meminta maaf kepada mereka yang kita sakiti hatinya.

Berusahalah Untuk Senantiasa Baik Sama Orang Lain, Meski Benar Orang Tersebut Telah Lebih Dulu Jahatin Kita
Lantas siapapun kita saat ini, apapun jabatan yang kita miliki, seberapa banyak ilmu yang melekat dalam diri kita, jangan membuat kita jumawa dan angkuh di hadapan sesama.

Berusahalah untuk selalu merendahkan hati, berusahalah untuk sennatiasa baik kepada siapapun, meski benar orang tersebut telah lebih dulu jahatin kita.

Jangan Berlaku Hal yang Sama, Sungguh Balasan Allah Tidak Pernah Terlewatkan Sedikitpun

Jangan pernah kita berlaku hal yang sama kepada siapapun yang telah nyakitin kita, meski benar di dalam hati yang dasar kita begitu sangat ingin membalasnya.

Sungguh Allah tidak pernah melewatkan suatu balasan meskipun itu hanya sedikit saja, karena Allah maha adil dan maha sempurna dalam memberi balasan pada setiap yang dilakukan hamba-hamba-Nya.
Perbaiki Diri Kita Dengan Terus Memperbaiki Hati, Karena Jika Hati Telah Baik Insyaallah Semua Tindakan Kita Akan Baik

Jadi perbaiki diri kita dengan terus memperbaiki hati kita, jangan biarkan rasa jumawa dan sombong menyelinap ke dalamnya, karena hati adalah pangkal dari setiap tindakan kita.

Jika hati telah baik maka insyaallah semua tindakan yang keluar dalam diri kita, ntah itu berupa sifat atau pun perilaku akan tetap terjaga dengan baik.

Sungguh Nyawa yang Masih Ada Dalam Diri Kita Hanya Sebatas Pinjaman, Maka Jangan Pernah Lupa Untuk Selalu Mencari Ridho-Nya

Oleh sebab itu, sangat penting sekali mengingat tujuan hidup kita, mengingat kapan kita akan kembali kepada-Nya, karena sesungguhnya nyawa yang masih ada dalam kiri kita hanya sebatas pinjaman semata.

Ntah besok, lusa, atau pun nanti ia akan kembali kepada pemilik-Nya, maka jangan pernah lupa untuk selalu mencari ridho-Nya dengan terus berlaku baik kepada siapapun di dunia ini.
Bersyukur sebuah kata yang sederhana namun bermakna luas dan dalam. Kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, wa syukuran yang berarti berterima kasih kepada Allah SWT.

Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS al-Baqarah: 152).

Perjalanan hidup setiap orang tentu berbeda-beda jalan ceritanya, yang jadi persoalan bagaimana kita menyikapi setiap persoalan dalam kehidupan. Banyak orang yang tidak kuat dalam menjalani persoalan hidup.

Terbukti, banyaknya berita yang kita baca dan kita lihat dari berbagai media, meningkatnya angka kriminal, tingginya jumlah korban bunuh diri, dan masih banyak lagi berita miris lainnya.
Sederhana sekali sebenarnya untuk bisa tetap hidup dengan bahagia karena kuncinya ada dalam diri sendiri, yakni bersyukur atau dalam kata yang lebih mudah dimengerti yakni merasa cukup.

Sebuah pepatah lama mengatakan, “Saat kamu berjalan janganlah melihat ke atas karena khawatir terperosok, tapi menunduklah agar kau bisa berhati-hati dalam berjalan dan selamat.”

Artinya, dalam hidup ini jangan melihat hidup orang lain yang lebih dari kita itu hanya akan menyiksa diri sendiri dengan iri dan dengki, tapi biasakan melihat pada orang yang kemampuan hidupnya di bawah agar kita bisa lebih bersyukur.

Manusia memang telah disertakan hawa nafsu termasuk nafsu akan duniawi, tapi sebaik-baik manusia adalah orang yang memenuhi hati dengan syukur. Dengan begitu seseorang terbebas dari penyakit hati yakni suuzan, iri, hasud, dan dengki.

Cobalah meluangkan waktu untuk merenung sejenak tidakkah kita tidak memiliki kekurangan apapun, karena sebaik-baik makhluk ciptaan Allah SWT yakni manusia karena dilengkapi bukan saja akal tapi juga pikiran untuk dipergunakan sebagai alat pertimbangan antara baik dan buruk atau benar dan salah.

Ketika kita sedang dihadapkan pada sebuah persoalan atau kesulitan coba untuk menelaah diri, sudahkah kita lakukan kewajiban sebagai manusia beragama dan bersosial, jika sudah kita tinggal berserah diri atas setiap hasil yang akan diberikan Allah pada usaha dan kerja keras kita.

Jika masih punya tubuh yang sehat dan lengkap, bersyukurlah karena si buta pun masih bersyukur dengan kebutaannya, si tuli pun masih bersyukur atas ketidakmampuan untuk melihat.
Banyak orang yang hidup dengan kekurangan, tapi bisa melihat tawa dan keceriaan dari wajahnya, karena hatinya dipenuhi dengan rasa syukur.

Bersyukur atas setiap hal yang kita punya maka dengan memperbanyak bersyukur niscaya Allah tambahkan lagi nikmatnya seperti yang telah dijanjikan.

Dalam firman-Nya, “Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku untuk kalian." (QS Ibrahim: 7).

Yuk, perbanyak bersyukur dan bersiaplah untuk menerima kabar baik dari-Nya, yaitu bertambahnya nikmat, salah satunya hidup menjadi lebih bahagia. Wallahu a'lam.

Kita Hanya Singgah Sementara di Dunia Ini, Karena Tujuan Kita Hidup yang Sesungguhnya Adalah di Akhirat

Ingatlah sekali lagi, kita hanya singgah sementara di dunia ini, karena tujuan kita hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. Dan tentang perbuatan baik yang selalu Allah anjurkan, itulah bekal kita untuk sampai pada tujuan kita dengan selamat.

Lantas jangan pernah merasa aman tatkala Allah masih memberikan kita kenikmatan luar biasa, umur yang panjang, dan menjauhkan kita dari kata sulit, sebab bisa jadi semua itu adalah ujian untuk kita.

Jangan terkecoh kepada hal indah yang Allah persembahkan, tetap rendah hati dan senanglah berbuat baik, agar kita selalu selamat baik di dunia mau pun di akhirat kelak.

Iklan Atas Artikel

iklan 3

Iklan Bawah Artikel