Kisah Pria Duduk di Kursi Roda Menangis Rindukan Anak dan Cucu, Sering Tanya Kapan Pulang

 

Kisah Pria Duduk di Kursi Roda Menangis Rindukan Anak dan Cucu, Sering Tanya Kapan Pulang

Video seorang ayah menangis rindukan anak viral di media sosial. Seorang pria duduk di kursi roda rindukan anak dan cucu, sering bertanya kapan balik kepada anak perempuannya.

Video memperlihatkan seorang pria menangis tersedu demikian, diunggah oleh pengguna TikTok @ayreenyusoff atau bernama Ayreen Yusof, Kamis (4/2/2021).

Beberapa jam setelah video diunggah, postingan ini telah disaksikan lebih dari 100 ribu tayangan dan mendapat berbagai respon dari pengguna TikTok.

Ayreen Yusof merupakan pengguna TikTok berasal dari Perak, Malaysia.

“Balik dari pasar, terkejut melihat abah menangis, Allahu Akbar, sedihnya lihat abah seperti ini, abah merindukan anak cucu dia. Abah kakak janji kakak akan selalu ada dengan abah dan ibu,” demikian tulisnya pada postingan.

Kerinduan seorang ayah kepada anaknya, memang tidak bisa ditakar, bagi orang tua yang bersifat mudah meneteskan air mata, apalagi yang sudah berusia renta, bisa saja meneteskan air mata karena menahan rindu kepada anaknya.

Apalagi dengan keberadaan pandemi, beberapa negara menerapkan pembatasan aktivitas, seperti di Malaysia yang menerapkan PKP (pembatasan aktivitas).

Semenjak diberlakukan PKP pada beberapa tempat di kawasan Malaysia, warganya tidak diperkenankan untuk keluar dari rumah.

Membuat sebagian orang tua tidak bisa bertemu dengan anak dan cucu.
Hal demikian dirasakan oleh seorang ayah sekaligus kakek ini.

Karena kerinduan, ia sampai menangis tersedu.

Ayreen Yusof turut menenangkan ayahnya, agar tidak menangis dan berjanji akan selalu berada di sisi ayahnya.
Awalnya, ia pergi ke pasar untuk kebutuhan rumah, alangkah terkejut ketika dirinya melihat ayah menangis sampai mata merah.

Melihat pada kolom komentar, ramai yang turut merasakan kesedihan seperti yang dialami oleh orang tua Ayreen Yusof.
Mengatakan bahwa kerinduan akibat adanya PKP cukup menyiksa dan membuat sebagian orang harus menangung kerinduan mendalam.

Pun perpisahan karena PKP tidak diinginkan oleh mereka, namun demi kebaikan, warga hanya patuh dan memendam segala kerinduan kepada ahli keluarga.

Beberapa komentar warganet Malaysia

“Allah aku menangis, Ya allah berilah kesembuhan untuk ayahnya,” tulis Mizz Nina
“untungnya yg mana masih ada ayah. sy dah 20, tahun kehilangan ayah,” tulis Umie Tuyut.

“jgn jadi mcm sy.tk boleh balik sbb PKP sjk bln Oct 20 (zon merah) – akhirnya balik mandikan jenazah, arwh ibu sj 15/1/21,” user460430401298.

“untung org ada mak ayah lg kn.. sy darjah 1 lg ayah dh meninggal mak sy pon dh meninggal sblom sempat sy nk membalas jasa org tua tersentuh hati,” Man Mby.

“kerajaan pun 1 juga buat PKP alang sgt..bnyk sektor juga buka apa kes tdk juga turun malahan naik ada buat la sungguh kesian kat rakyat,” khairi konong.

Keseluruhan kolom komentar, mengarah pada pandangan positif.
Serta ramai mendoakan diberikan Allah SWT kesembuhan kepada ayahanda Ayreen Yusof.

Sumber Artikel: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel