Paling Sering Ditemui, 5 Tanaman Ini Ternyata Bisa Sangat Mematikan! Awas No 2 Sering Dikira Sayur

 

Paling Sering Ditemui, 5 Tanaman Ini Ternyata Bisa Sangat Mematikan! Awas No 2 Sering Dikira Sayur

Sering dianggap indah, tak banyak yang tahu ternyata ada beberapa tanaman hias yang mengandung racun bahkan mematikan hanya karena kamu menyentuhnya.

Nah bagi kalian pecinta tanaman wajib tahu nih tanaman hias apa aja yang harus membuatmu ekstra hati-hati.

Dilansir dari Tribuntravel, beberapa di antaranya ada di Indonesia, bahkan tumbuhan berbahaya ini banyak yang ada di sekitarmu.



Penasaran apa saja, berikut ulasannya!

1. Tanaman Jarak

Mungkin pernah mendengar tanaman ini. Tanaman Jarak ini sebenarnya sangat bermanfaat terutama daun dan getahnya. Namun, siapa sangka dalam Tanaman Jarak ada biji jarak sangatlah mematikan.

Memakan dua biji jarak bisa membuatmu meregang nyawa. Dilansir dari Wikipedia, tanaman ini berbahaya karena memiliki kandungan risin.

Risin adalah protein beracun yang terkandung pada jarak pohon (Ricinus communis). Di Indonesia, biji Jarak Pagar atau Jarak Pohon juga biasa disebut Biji Kasturi (dari kata Castor Bean).

Minyak jarak juga disebut minyak Kastroli.

Daya meracun (toksisitas) risin murni sangat tinggi, beberapa butir sebesar kristal garam dapur sudah cukup untuk membunuh manusia.

LD50 untuk manusia adalah sekitar 22 mikrogram per kilogram berat badan (sekitar 1,78 miligram untuk satu orang dewasa berukuran tubuh sedang, atau ​1⁄228 dari tablet aspirit standar), dengan paparan melalui suntikan atau pernapasan.

Jika terkonsumsi secara oral, risin kurang beracun, dan dosis letalnya mencapai 20-30 miligram per kilogram berat badan. Risin juga meracun mamalia selain manusia.

2. Singkong atau Ubi Karet

Singkong atau ubi memang mengandungracun yang mematikan seperti sianida.

Namun, tidak semua singkong dapat berbahaya bagi manusia.

Di alam, singkong atau cassava menghasilan sianida dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin.

Senyawa glikosida sianogenik relatif tidak beracun, namun proses enzimatik yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi hidrogen sianida, salah satu bentuk racun sianida yang paling beracun. Untungnya, tidak semua jenis singkong menghasilkan senyawa sianida dalam jumlah besar.

Jenis singkong yang biasa dikonsumsi sehari-hari umumnya menghasilkan sianida dalam jumlah sangat kecil, dan kadarnya semakin berkurang dengan pengolahan yang benar.

3. Gympie-Gympie

Namanya terdengar imut-imut, tapi ternyata di dalamnya mengandung sebuah racun. Orang luar negeri sering menyebutnya sebagai tanaman penyengat karena bila kulit tersentuh daun gympie-gympie sedikit saja, rasanya seperti disengat oleh panas luar biasa dan tidak akan hilang hingga berbulan-bulan.

Tanaman ini memiliki track record pernah membunuh hewan dan manusia. Biasanya tumbuh di hutan timur laut Australia dan Hutan Maluku, Indonesia.

Saking kuat racunnya, daun gympie-gympie yang telah kering beratus tahunpun masih mengandung racun moroidin, racun yang terdapat di bulu tanaman gympie-gympie.

Dengan efek racun yang begitu dashsyat, tentara Inggris diduga pernah tertarik pada Gympie-Gympie dan berniat menjadikannya senjata biologis pada akhir 1960.

4. Pohon Upas

Pohon Upas begitu legendaris pada masa penjajahan VOC di Nusantara, bahkan selama berabad-abad jadi momok menakutkan tentara VOC menghadapi perlawanan rakyat yang memakai racunupas sebagai senjata.

Sampai pada akhirnya Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1781-1826) mengutus Thomas Horsfield (1773-1859), naturalis asal Amerika Serikat, untuk mempelajari racun pohon tersebut.

Hasilnya, pohon upas memang mematikan, tapi hanya lendir getahnya.

Dilansir dari Wikipedia, Ipuh, ipoh atau upas (Antiaris toxicaria) adalah sejenis pohon anggota suku Moraceae.

Pada masa lalu, pohon ini sangat terkenal karena getahnya yang sangat beracun, yang digunakan untuk meracuni mata panah (Gr. toxicon: racun panah).

Selain itu, ipuh juga menghasilkan serat dari pepagannya, yang digunakan sebagai bahan pakaian orang zaman dahulu

Efek racun pohon upas itu cukup mengejutkan kala diujicobakan kepada seekor ayam dan anjing, yang pertama langsung mati kurang dari dua menit dan yang satunya sekitar delapan menit.

5. Kecubung

Kecubung sebenarnya sering dipakai untuk obat tradisional berbagai macam penyakit. Kecubung biasa dijadikan obat tradisional untuk penyakit seperti asma, reumatik, sakit pinggang , dan pegal linu.

Bagian yang serig dipakai untuk berbagai macam adalah daunnya. Racun kecubung bisa berasal dari bijinya yang mengandung zat alkaloid.

Ya, seperti yang dikutip dari Kompas.com penggunaan kecubung bisa berefek samping. Keracunan bisa saja terjadi.

Menurut Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis Bogor, penggunaan daun kecubung yang hanya diremas dan ditempelkan pada dahi bisa membuat orang mabuk.

Itu sebabnya, kita harus sangat hati-hati dalam penggunaan kecubung. Paling tidak, berkonsultasilah dengan ahli tanaman obat atau dokter sebelum menggunakan ramuan kecubung.

Gejala keracunan yang biasanya timbul, terutama akibat zat atropin dan skolopamin, adalah mulut kering, sembelit, sensitif terhadap cahaya, dan sakit mata.

Pemberian antasida umumnya digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Kecubung banyak dijumpai di daerah berhawa sejuk. Di beberapa daerah, kecubung dinamai dengan kucubung (Sunda) dan kacubung (Madura).

Kecubung termasuk tumbuhan jenis perdu.

Mahkota bunganya mirip terompet berwarna putih keunguan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel