Siswi SMA ini Menangis Menolak Tasnya Dibuka Saat Razia, Ternyata Isinya

 

Siswi SMA ini Menangis Menolak Tasnya Dibuka Saat Razia, Ternyata Isinya



Seorang siswi SMA menangis histeris sambil menggenggam tas ranselnya dikarenakan ia menolak tasnya dibuka petugas pemeriksa. saat itu disekolahnya sedang mengadakan razia pemeriksaan barang-barang terlarang.

Sering sekali siswa/siswi ketahuan membawa benda terlarang kesekolah, dan disimpan di dalam tas. Itu sebabnya pihak sekolah sering mengadakan razia tas para murid.

Betapa terkejutnya, para guru melihat isi di dalan tas siswi ini!
Sebelumnya semua ruangan kelas sudah selesai diperiksa dan para guru tidak mendapatkan satupun barang-barang terlarang didalam kelas itu, selain alat-alat tulis dan perlengkapan lainnya.

Setelah murid-murid itu menyetujui pemeriksaan tas mereka, para guru pun segera memulai memeriksa satu-satu tas mereka.

Pemeriksaan pun di mulai.

Di sudut kelas duduk seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun.

Ia juga termasuk siswi yang pintar di kelas itu. Siswi yang pendiam dan tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri.

Ketika salah satu guru menghampirinya untuk memeriksa tas miliknya, ia terus memandangi wajah guru itu dengan tegang dan ketakutan. Sementara tangannya menggenggam tas miliknya dengan kuat!

Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya.

Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?

Guru itupun tiba di mejanya, dan berkata "Izinkan aku membuka tasmu putriku"

Siswi itu malah menunduk sambil memeluk erat tas miliknya.

"Berikan tasmu.." kata guru itu

Ia menoleh dan menjerit, "Tidak...tidak...tidak.."

Suasana dikelas itupun tiba-tiba berubah histeris.

"Berikan tasmu.." ... "Tidak.." ... "Berikan.." ... "Tidak.."

Semua guru pun bingung dan bertanya tanya apa yang sebenarnya membuat siswi ini menolak untuk diperiksa tasnya?

Apa yang ada di dalam tas itu sehingga ia takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?!

Akhirnya guru itu memaksa mengambil tas itu dari pelukannya, namun aksinya tak berhasil karena sisiwi itu memeluknya sangat kuat!

Ketika guru itu memaksa mengambil tasnya spontan siswi itu menangis histeris. Siswi-siswi lain akhirnya terkejut mendengar tangisan temannya itu.

Siswi yang dikenal pintar dan disiplin itupun membuat para guru heran, mereka terkejut melihat kejadian tersebut, tempat itu pun berubah menjadi hening..

Para guru akhirnya memulai diskusi dan mencari solusi. Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk memindahkan siswi tersebut ke kantor sekolah. Dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja.

Siswi tersebut akhirnya pindah ke ruangan kantor sekolah, dengan air mata yang mengalir terus menerus hingga membasahi wajah polosnya.

Ia memandangi orang-orang yang berada di ruangan itu seakan membenci mereka. Karena mereka akan membuatnya malu di depan umum!

kepala sekolah pun memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan meminta izin, memohon agar para guru meninggalkan ruangannya, sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja.

Kepala sekolah itu mencoba menenangkan siswi malang tersebut. Lalu bertanya padanya, "Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?"

Tak butuh waktu lama, kepala sekolah itu berhasil mendapatkan simpati sisiwi tersebut, sehingga ia mau membuka tasnya!

Ternyata di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang satupun!

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..

Yah, hanya sisa-sisa roti !

Kepala sekolah beserta tim pemeriksa pun heran dan bertanya-tanya kenapa dan kenapa. Lalu kepala sekolah itu bertanya kepadanya, "ada apa dengan sisa-sisa roti ini wahai putriku, sehingga kau sangat ketakutan untuk dilihat orang lain?"

Siswi itu pun menjawab dengan tersedu-sedu,

"Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah. Lalu aku kumpulkan untuk aku sarapan dan sebagiannya kubawa pulang untuk keluargaku".

"Di rumah, ibu dan saudari saudariku tidak memiliki apapun untuk mereka makan. Aku membawa sisa-sisa roti ini untuk mereka agar mereka tidak kelaparan, di siang dan malam hari. Kami hanya keluarga miskin yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami.."

"Itu sebabnya aku menolak untuk membuka tasku, supaya aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana nantinya mereka akan terus mencelaku di sekolah."

"Aku takut aku tidak sanggup kesekolah lagi, aku takut gak bisa belajar lagi, dan menyelesaikan pendidikanku karena rasa malu".

"Maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perilaku saya yang tidak sopan ini"

Salah satu tim pemeriksa yang mendengarnya menolehkan wajahnya sambil berkata "Ya tuhanku" hatinya tersentak.

Saat itu juga semua yang hadir tak dapat menahan tangisan mereka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel