Suami Yang Hebat : Istri Bukanlah Pembantu Dalam Keluargamu

 

Suami Yang Hebat : Istri Bukanlah Pembantu Dalam Keluargamu


Suami Yang Hebat : Istri Bukanlah Pembantu Dalam Keluargamu

Suami yang hebat adalah suami yang membantu pekerjaan istri. Sebab dia tahu pekerjaan istri itu berat dan non stop. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, malah di tengah malam dia bangun karena anaknya bangun. Pekerjaan istri ngurus anak saja sudah repot ditambah mengerjakan pekerjaan rumah tangga nyuci baju, nyuci piring, ngepel, jemur baju, masak, nyetrika.


Ah itu kan pekerjaan mereka sebagai istri?
Kata siapa, sebab kewajiban istri dalam islam adalah hanya melayani suami. artinya bila suami sedang berhajat melepaskan hasratnya, maka sang istri tidak boleh menolak, istri wajib melayani suami meskipun sedang berada di punuk unta, demikian kata kekasih kita Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bila istri menolak maka akan dilaknat oleh malaikat.

Adapun pekerjaan rumah tangga bukanlah kewajiban istri, tapi pekerjaan bersama.
Sejatinya kalau kita runut kewajiban kita sebagai suami adalah menafkahi sandang pangan papan. kita wajib memberi nafkah memberi makan, maka sejatinya kita bekerja mencari nafkah, dapat uang, kita belikan beras , kita masakkan kemudian kita sediakan untuk istri kita. istri kita tinggal makan sebab kewajiban memberi makan istri adalah kita. Namun seiring berjalannya waktu karena kita repot dan istri sangat sayang kepada kita, maka istri yang mengambil peran masak untuk memudahkan kewajiban kita. Namun point di sini adalah memberi nafkah makan adalah kewajiban kita. namanya memberi nafkah tentu tidak dalam bentuk beras mentah namun sudah ada nasi lauk sayuran.

Nah kalau masak bukan kewajiban istri kenapa kita marah-marah kalau masakan tidak sesuai yang kita inginkan, toh sebetulnya istri kita membantu kita memasakkan untuk kita bersama, dia mengambil peran masak demi sayangnya pada kita.

Begitu pun mencuci baju, menjemur, menyetrika bukanlah kewajiban istri.

Ingat istri kita bukanlah pembantu, istri kita adalah belahan jiwa kita yang kita sayangi yang wajib kita bahagiakan dunia akhirat.

Kalau kita mau jujur pekerjaan istri itu lebih berat dari kita. Kita kerja dari pagi sampai sore, lelah pulang istirahat. Sedangkan istri dari bangun tidur sudah ribet di daput, menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak memasak untuk siang, mencuci baju, menjemur, menyapu, mengepel, menyetrika, belum anak rewel. Sampai malam pun pekerjaan belum selesai, merapihkan mainan anak-anak.

Untuk itu sebagai suami kita perlu membantu pekerjaan istri. Tidak bijak rasanya istri capek ngepel kita tiduran, istri capek bersih-bersih rumah kita main game. Akan keren kalau istri nyapu kita ngepel, istri nyuci baju kita jemur, istri menggendong anak rewel kita nyuci piring, istri beresin mainan anak kita nyetrika.

Sebagai suami yang baik dan sayang istri kita perlu membantu pekerjaan rumah tangga agar istri ringan. Istri mana yang tidak tambah cinta bila pekerjaannya dibantu suami, istri mana yang tidak tambah sayang bila pekerjaannya tambah ringan, istri mana pula yang tidak menambah pelayanannya pada suami bila merasa dihargai saat suami membantunya. (joernalinakor.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel