TANPA Alas Kaki Ibu Berbaju Sederhana Datangi Wisuda Anak, Putranya Menyambut dengan Senyum Bangga

 

TANPA Alas Kaki Ibu Berbaju Sederhana Datangi Wisuda Anak, Putranya Menyambut dengan Senyum Bangga

Viral foto seorang ibu datangi wisuda anaknya, saat berfoto tertangkap kamera ia tak memakai alas kaki.

Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah (STIT Hafas) Kota Subulussalam, Aceh diwisuda pada Sabtu 13 Februari 2021.

Sebanyak 39 mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam mengikuti prosesi wisuda setelah empat tahun berjuang di kampus milik Kota Sada Kata tersebut.

Mereka merupakan alumni perdana yang lulus dari kampus naungan Yayasan Assilmi dengan jumlah mahasiswa mencapai 250 orang lebih tersebut.
Ada ratusan orang tua, sanak family atau kerabat para mahasiswa maupun undangan lainnya berbaur merayakan wisuda perdana kampus yang berdiri sejak 2016 lalu itu.

Wisuda adalah momen diimpikan semua orang.

Tentunya, siapa pun yang wisuda pasti merasa bangga karena perjuangannya selama kuliah berakhir.

Rasa bangga itu juga pastinya dirasakan para orang tua yang melihat anaknya memakai toga sebagai tanda kelulusan.

Tawa gembira dan kecupan hingga pelukan hangat tampak terhadap para mahasiswa dari orang tercinta sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan studinya.

Tak ketinggalan pula berswa foto bersama ayah bunda hingga kerabat dan sanak family menjadi pemandangan di tengah perhelatan kampus yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Subulussalam itu.

Namun siapa sangka, di tengah suasana gembira itu, ada potret seorang ibu saat menghadiri wisuda putranya yang kemudian fotonya viral.

Pasalnya, di tengah kerumuman mahasiswa yang asik berfoto ria bersama orang tua dan kerabat, tampak sesosok wanita tua dengan pakaian lusuh tanpa alas kaki.

Dengan mengenakan jilbab warna putih dipadu kain sarung coklat kehitaman, sang ibu paruh baya ini tampak merangkul sang anak sambil menyerahkan buket bunga wisuda.

Yang paling membuat para netizen terenyuh, karena sosok ibu tua berpakaian lusuh ini tampil tanpa alas kaki.

Foto tersebut diunggah ke Facebook oleh akun Musliadi Maradona pada Sabtu, 13 Februari 2021.

“Selamat hari wisuda mu adik kami Marlis Lingga .. Ingat setinggi apapun sekolah mu, jabatan mu..Orang tua tetap no 1..taat kepada Allah dan Rasul-Nya.. Semoga sukses dunia akhirat dik.. Aamiin.” demikian caption foto unggahan akun Musliadi Maradona tersebut.

Ada 23 foto yang diunggah pada cuitan tersebut. Dua di antaranya memperlihatkan seroang ibu sedang berdiri seorang diri sambil merangkul pundak buah hatinya usai menyerahkan sebuket bunga.

Nah, yang membuat netizen terenyuh, dari sederet foto tersebut karena ada penampakan foto sang ibu tanpa alas kaki atau sandal.
Baju yang dikenakan wanita tua itu juga seadanya, yakni berkain sarung warna gelap bercorak dan jilbab kurung berwarna putih.

Wanita tua tersebut datang kampus anaknya dengan baju seadanya serta tanpa alas kaki. Meski begitu, lambang cintanya pada sang anak berhasil membuat warganet terharu.

Potret itu membuat siapapun yang melihatnya terharu. Bagaimana tidak, jauh dari gambaran umum ibu-ibu yang menemani anaknya wisuda dengan tampilan rapi bahkan glamor dan balutan baju yang indah, penampilan ibu ini justru sangat sederhana.

Sampai saat ini, sudah ada 270 lebih netizen menyukai foto tersebut disertai puluhan komentar ucapan selamat dan kata haru.
“Saya tak mengenal mahasiswa wisudawan STIT Subulusalam ini, dan tak mengenal sosok perempuan yang memeluk anak bertoga ini,” tulis seorang netizen.

“Saya menemukannya di beranda FB dan saya copas, tapi dalam hati saya begitu terharu melihat tampilan ibu mulia ini, berkain sarung mendampingi putra nya di acara wisuda,” tulis warganet.

“Putra begitu sumringah senyumannya, dengan seadanya dia hadir dan saya menitik kan air mata memperhatikan poto ini. sukses bamu qaum.. soh angan ate mu, sendung ken Allah cita cita mu… Aamiin,” tulis salah seorang warga.

VIRAL Alex Pilih Diantar wisuda Pakai Becak Milik Ayahnya

Cerita mahasiswa bernama Alex Satria diantar ayah wisuda memakai becak motor viral di media sosial.
Di balik peristiwa itu, rupanya terselip keinginan haru Alex yang ingin memberi penghargaan lebih kepada sang ayah.
Alex mengaku tak malu, meski hanya ia seorang yang tidak menaiki mobil saat wisuda.

“Saya pribadi anaknya nggak gengsi, walaupun semua naik mobil saya nggak gengsi,” kata Alex kepada Tribunnews.com, Rabu (27/1/2021).
Alex sempat merasa sedih saat orang tuanya tahu hanya ia yang menaiki becak motor saat perayaan wisuda drive thru pada Sabtu (23/1/2021) lalu.

Ia juga melihat ibunya sampai meneteskan air mata.

Namun, rupanya air mata tersebut bukanlah kesedihan, melainkan air mata bangga.

Hal itu karena bisa melihat anaknya menjadi sarjana, meski hanya diantar pakai becak motor.
“Mamah dan Bapak justru bangga. Mamah pun sempat meneteskan air mata.”
“Sedih sebenarnya, cuma saya nggak mau menampakan (kalau saya) nangis,” terang Alex yang tinggal di Lubak Bakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ternyata, Alex mengaku sempat ditawari tetangganya menaiki mobil saat wisuda.Namun ia menolak tawaran tersebut karena ingin menghargai kerja keras ayahnya.

Sebab, berkat profesi ayahnya sebagai penarik becak selama puluhan tahun, Alex dan kakaknya bisa lulus kuliah di Institut Kesehatan Medistra Lubak Bakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Sempat ditawarin sama tetangga naik mobil, cuma saya nggak mau, karena ini ada becak.”
“Kalau saya terima tawaran tetangga saya naik mobil, berarti saya tidak menghargai kerja keras orang tua saya.”
“Walaupun orang tua saya bilang enggak apa-apa kalau saya naik mobil. Tapi saya nggak mau kaya gitu,” ujar Alex.

Lebih lanjut, pria berusia 23 tahun ini menceritakan, ia sejak kecil memang hidup sederhana.
Namun, kedua orang tuanya selalu mengajarkan untuk bersyukur dalam keadaan apapun.

Untuk itulah, rasa gengsi dalam diri Alex lenyap begitu saja meski diantar wisuda menggunakan becak.
“Orangtua ngajarin tetap bersyukur dengan apapun, dengan keadaan yang kita punya, dari kecil kami diajari kaya gitu,” ujarnya.
Kini, ia pun telah menuntaskan impiannya menjadi sarjana.

Namun, Alex mengaku harus menyelesaikan pendidikan khusus Ners selama satu tahun terlebih dahulu.
Setelah itu, baru dirinya bisa bekerja menjadi perawat dan membanggakan kedua orang tuanya.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel