Terganggu Tidur Karena Rengekan Anak Ingin Pipis, Ayah Muda Ini Tega Pukul Bayinya Hingga Te-was

 

Terganggu Tidur Karena Rengekan Anak Ingin Pipis, Ayah Muda Ini Tega Pukul Bayinya Hingga Te-was


Bayi tidak berdosa kembali korban kebrutalan orang terdekatnya.

Kali ini, seorang anak perempuan yang masih berusia di bawah lima tahun menjadi korban keganasan sang ayah.

Bayi berinisial CA (3,5) ini tewas di tangan ayahnya usai dianiaya secara sadis.

Usaidianiaya, balita perempuan tersebut tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit oleh kakak ipar sang ayah, namun nyawanya tak tertolong.

Ayah kandungnya, IS (25), menganiaya korban dengan kejam. 

"Dari hasil pemeriksaan, ternyata korban sebelum dipukul sempat diceburkan kepalanya ke ember yang berisi air," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto Pratama yang dihubungi, Minggu (25/7/2021).

Ferlyanto mengatakan dari keterangan saksi, tersangka memang memiliki watak kasar dan diduga sering melakukan kekerasan kepada anak.

"Jadi memang karena sudah sifatnya kasar sehingga tega melakukan pemukulan pada anaknya sendiri," jelas Ferlyanto.

Bayi yang masih berumur 3,5 tahun ini dianiaya ayah kandungnya hanya gara-gara hal sepele yakni merengek karena ingin pipis.

Mendengar rengekan anaknya, IS bukannya mengayomi tapi malah memukul bayi CA di bagian punggung sebanyak tiga kali sehingga terbentur ke dinding rumahnya di Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (23/7/2021).

Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (24/7/2021) pukul 01.00 WIB.

"Betul peristiwa terjadi sekitar pukul  15.30 WIB, saat IS bersama anaknya berada berdua di rumahnya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Ferlyanto Pratama.

Kronologi penganiayaan balita itu terjadi saat ibunya sudha pergi bekerja dan ayah terbangun lalu marah-marah.

Ferlyanto menceritakan, kronologis peristiwa berawal dari CA menangis karena ingin buang air kecil.

Bayi itu tinggal berdua dengan ayahnya karena ibu CA sedang pergi bekerja.

Saat itu, IS terbangun dari tidurnya dan kemudian marah.

IS kemudian memukul anaknya itu sebanyak 3 kali sehingga terhempas ke dinding dan tidak sadarkan diri.

Kemudian kakak ipar IS, Yosi yang mendengar peristiwa itu mendatangi rumah IS dan membawa CA keluar rumah.

Jadi saat IS marah-marah, kakak iparnya datang melihat. Ternyata dia melihat CA sudah tidak sadar diri dan kemudian membawa keluar dan selanjutnya dibantu tetangga dibawa ke rumah sakit," jelas Ferlyanto.

Setelah itu Yosi membuat laporan polisi ke Polres Padang Panjang sehingga tidak berapa lama, IS berhasil ditangkap.

"Tersangka kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 1 Jo Pasal 76 c dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelas Ferlyanto.(*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel