Heboh soal Bocah Papua Lantunkan Ayat Alquran dengan Merdu, Mufti Zimbabwe Ungkap Faktanya

 

Belakangan ini, media sosial Tanah Air dihebohkan dengan sosok bocah lelaki yang disebut asal Papua, mampu melantunkan ayat Al-quran.

Video yang berdurasi tiga menit itu menampilkan sosok bocah laki-laki yang mengenakan kaos biru melantukan ayat Al-quran.

Sekilas tampak bocah itu berperawakan seperti bocah Papua lainnya.

Video viral bocah yang disebut dari Papua itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @papua_talk pada Minggu (6/12/2020) lalu.

Dalam narasinya, akun nstagram yang memiliki pengikut 11,3 ribu menyebut bocah lelaki yang melantunkan ayat al-quran itu berasal dari Walesi, Wamena, Papua

“Umat muslim yang ada di wilayah Distrik Walesi memang tak sebanyak di Kota Wamena.

Namun yang menarik, dari sekitar 400 kepala keluarga yang dikenal dengan kampung Muslim asli Papua ini, juga ada yang beragama Kristen dan Katolik.

Meski berbeda keyakinan, namun rasa persaudaraan dan toleransi hidup beragama tetap terjalin dengan baik,” tulis keterangan unggahan itu.

Serambinews.com mencoba menelusuri sosok bocah yang disebut berasal dari Bumi Cendrawasih itu.

Menggunakan fitur mesin pencari foto Google.

Google menunjukkan bahwa bocah tersebut merupakan anak laki-laki asal Tanzania, negara yang terletak di Benua Afrika.

Google menampilkan nama pencarian “Maisha Ya Kiimani – Organisasi amal di Darussalam, Tanzania,”

Kemudian Serambinews.com mencoba menggali lagi siapa sosok bocah tersebut.

Diungkap Mufi Zimbabwe

Seorang Mufti bernama Ismail ibn Tata Menk, yang juga dikenal sebagai Mufti Menk, adalah seorang ulama dari Zimbabwe, membagi kisah tentang bocah itu.

Dalam unggahan akun Instagram-nya @muftimenkofficial pada Minggu (6/12/2020) menyebut bahwa bocah itu berasal dari Tanzania.

“Ini Bakari muda dari sebuah desa di Kepulauan Pemba di Tanzania. Saya mengungah dia melafalkan ayat Al-quran baru-baru ini di saluran YouTube saya,” tulisnya.

Menurut Mufti Menk, video itu direkam oleh seorang relawan dari organiasai Water Fall Charity yang berbasis di Inggris.

“(relawan itu) terkesan dengan bacaannya. Video itu menjadi viral,” tulis Mufti Menk.

Akibatnya, lanjut dia, banyak orang mencoba mengumpulkan dana untuk membantu bocah ini, dengan mengklaim bahwa dia adalah murid mereka, dan lain-lain.

“Untuk menghindari penggalangan dana yang tidak perlu atau penipuan, harap arahkan semua dana ke waterfallcharity.org,” tulisnya.

Insya Allah, kata Mufti Menk, anak laki-laki itu akan segera bersekolah di sekolah Alquran dan dananya akan disalurkan untuk tujuan ini.

Tentang Water Fall Charity

Water Fall adalah badan amal terdaftar di Inggris yang sudah berdiri sejak Januari 2011.

Badan itu bergerak untuk mencoba dan membantu krisis air global, setelah melihat kemiskinan di India, Afrika dan perjuangan serta masalah air.

Sejak saat itu organisai tersebut berkembang menjadi proyek kemanusiaan lainnya dari membangun sekolah, mendirikan proyek mandiri hingga bantuan pangan.

“Kami ingin mendidik dan mendorong orang-orang untuk mendukung dan melestarikan kebutuhan dasar hidup dan memberikan sumber daya ini kepada orang-orang yang paling membutuhkan,” tulis situs itu.

Water Fall Charity memiliki misi untuk mengentaskan kemiskinan dan memelihara serta melindungi kesehatan yang baik

khususnya dengan membangun sumur, pompa dan pemasangan sistem penyaringan air di negara-negara tertinggal guna menyediakan air yang aman dan bersih. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel