TAK Dinafkahi Sejak Menikah, Istri Ultimatum Suami: Cerai atau 1 Juta per Bulan? Syok dengar Jawaban

 

09 Nov, 2021  Posting Komentar

Viral di media sosial seorang wanita syok mendengar pilihan suami antara cerai atau beri nafkah Rp 1 juta per bulan.

Malu selalu diberi makan orangtua lantaran tak pernah dinafkahi suami, seorang istri nekat tantang suaminya.


Lewat akun TikToknya @khoiruhummah, wanita ini mengaku menantang sang suami memilih bercerai atau memberinya Rp 1 juta tiap bulan untuk menghidupinya dua anaknya.

Siapa sangka jawaban sang suami justru di luar dugaan.

Hingga akhirnya sang wanita tersebut mengaku kini telah bercerai dengan sang suami.

Hingga kini video curhat wanita tersebut telah viral dan sudah ditonton sebanyak 2 juta kali.

"Punya mantan suami, entah gua keterlaluan apa gimana.

Cuma gara-gara gua kasih pilihan.

Pilih mundur apa kasih nafkah 1 juta perbulan untuk 2 anak.

Karna gua cape udah nikah minta makan sama bokap gua.

Saat dihubungi, perempuan bernama Ummah (27) itu menyampaikan cerita di balik unggahannya.

Ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat, ini mengaku menikah dengan mantan suami pada 2014 silam.

Keduanya bercerai pada 2017, setelah Ummah memberikan pilihan mundur atau memberi nafkah Rp 1 juta itu.

Ia mengatakan, mantan suaminya itu tak pernah memberikan nafkah padanya.

Ummah baru mendapat sejumlah uang, saat tengah mengandung dan tak lagi bekerja.

"Dari setelah nikah memang enggak pernah dikasi gaji sama dia," ungkapnya kepada Tribunnews.com, Senin (21/9/2020).

"Mungkin dia menyepelekan nafkah, karena aku juga bekerja."

"Setelah hamil dan enggak punya pemasukan, dia sempat ngasih tapi enggak seberapa."

"Kadang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu. Enggak rutin setiap hari," jelas Ummah.

Dirinya berujar, mendapat bantuan dari orangtua saat masih bersama sang mantan suami.

"Aku bisa bertahan saat enggak kerja, karena masih ada bapak aku yang bantu."

"Dia kasih aku Rp 20 ribu sehari, jadi aku masih bisa bersyukur saja," ungkapnya.
Mantan suaminya itu juga sering membeli barang yang bukan untuk kebutuhan rumah tangga.

Bahkan, biaya lahiran anak kedua Ummah saat itu harus dibantu oleh ibu mertuanya.

"Aku suruh nabung untuk melahirkan, uangnya pun malah untuk beli PC komputer."

"Aku tanya untuk apa, dia hanya jawab cuma untuk main game, bukan karena ada usaha."

"Akhirnya biaya lahiran pun dari ibu mertua," terang perempuan itu.

Sebelum terjadi perceraian, Ummah sempat bekerja lagi demi kebutuhannya dan sang anak.

Saat itu, ia masih berharap sikap suaminya saat itu berubah menjadi lebih baik.

"Setelah melahirkan, aku kerja lagi karena kebutuhan gede," katanya.

"Aku enggak minta cerai dari awal, karena ada bapak yang bantu."

"Berharap dengan adanya anak kedua, dia akan sadar," imbuh dia.

Ummah lalu meminta suaminya saat itu untuk memberikannya nafkah.

Ia pun mencurahkan semua keluhannya selama menikah.

"Saat itu bapak aku jatuh sakit, di situ dia sudah enggak bisa bantu aku lagi."

"Aku menuntut suami karena aku udah buntu. Aku bilang selama menikah enggak pernah dapat nafkah."

"Untuk kali ini aku minta Rp 1 juta per bulan, karena anak sudah dua," jelasnya.

Namun, suaminya saat itu tak menghiraukan permintaannya.

Ummah pun sudah tak tahan lagi, dan akhirnya memberikan dua pilihan tersebut.

"Sampai emosi meledak saya marah sejadi-jadinya, dan bikin pertanyaan."

"Aku berharap dia jawab, diusahain atau apa. Tapi dia milih pergi," ungkapnya.

"Sampai sekarang pun anaknya enggak diingat sama dia," pungkas Ummah.

sumber : tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel